Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 29 April 2026 | 16:45 WIB
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional
Ilustrasi Pengemudi bus listrik Transjakarta di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • ITDP Indonesia menggelar diskusi di Jakarta pada 27 April 2026 mengenai urgensi transportasi publik sebagai layanan dasar wajib.
  • Ketiadaan mandat hukum yang kuat menyebabkan anggaran transportasi daerah sering kalah prioritas dibandingkan sektor pendidikan dan kesehatan.
  • Lemahnya koordinasi antarwilayah serta keterbatasan pembiayaan teknis menjadi hambatan utama dalam menciptakan sistem transportasi publik yang inklusif.

Suara.com - Transportasi publik di Indonesia hingga kini belum sepenuhnya diposisikan sebagai layanan dasar yang wajib disediakan pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama belum meratanya kualitas dan ketersediaan angkutan umum di berbagai kota.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia pada 27 April 2026 di Jakarta.

Diskusi ini mempertemukan lebih dari 40 pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga organisasi masyarakat sipil.

Deputy Director ITDP Indonesia, Deliani Siregar, mengatakan ketiadaan mandat hukum yang kuat membuat transportasi publik kerap tidak menjadi prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

“Penguatan mandat ini penting agar transportasi publik dapat direncanakan dan didanai secara lebih konsisten, tidak hanya bergantung pada prioritas jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari layanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Deliani.

Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ratusan bus listrik Transjakarta berjejer di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Berbeda dengan sektor pendidikan dan kesehatan yang sudah masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), layanan transportasi publik—terutama berbasis bus kota—belum memiliki kewajiban serupa. Akibatnya, anggaran transportasi sering kalah bersaing dengan sektor lain dalam pembahasan anggaran daerah.

Kondisi ini bahkan berdampak langsung pada masyarakat. Dalam salah satu kasus di Bali, terhentinya layanan transportasi publik membuat sejumlah pelajar terpaksa pindah sekolah karena tidak mampu menanggung biaya transportasi yang meningkat.

“Tanpa mandat yang jelas, transportasi publik akan selalu berada dalam posisi yang kurang prioritas, padahal perannya sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan produktivitas kota,” kata Deliani.

Selain isu mandat, FGD juga menyoroti lemahnya koordinasi antarwilayah dalam pengelolaan transportasi, khususnya di kawasan metropolitan seperti Jabodetabek. Perluasan layanan kerap terhambat oleh perbedaan kewenangan, pembiayaan, hingga belum jelasnya otoritas koordinasi.

baca juga

Di sisi lain, implementasi konsep Transit-Oriented Development (TOD) juga dinilai belum optimal. Meski telah masuk dalam dokumen perencanaan, pelaksanaannya di lapangan masih tidak konsisten dan berpotensi memicu gentrifikasi jika tidak diiringi kebijakan hunian yang inklusif.

Tantangan pembiayaan turut menjadi perhatian. Banyak daerah di luar Jakarta masih terbatas dalam anggaran dan kapasitas teknis untuk mengakses skema pembiayaan alternatif seperti green financing atau Land Value Capture (LVC).

ITDP menilai, tanpa perubahan kebijakan yang menempatkan transportasi publik sebagai layanan dasar, upaya menghadirkan sistem transportasi yang andal, inklusif, dan berkelanjutan akan sulit tercapai.

“Ke depan, transportasi publik perlu diposisikan sebagai fondasi utama mobilitas perkotaan. Dengan kerangka kebijakan yang lebih kuat dan kolaborasi lintas sektor, kita dapat memastikan sistem transportasi yang lebih andal, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Deliani.

Hasil diskusi ini akan menjadi masukan bagi agenda kebijakan pemerintah sepanjang 2026, termasuk dalam mendorong regulasi yang memberikan mandat lebih kuat bagi penyelenggaraan transportasi publik di tingkat daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Foto | Senin, 20 April 2026 | 18:47 WIB

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

Sebut Rencana Pramono Anung Ini 'Lucu', Kevin Wu PSI: Rakyat Bisa Antipati ke Partai Politik

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:01 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terkini

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

Amazon Hentikan Layanan 21 Air Usai Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami Hingga 5 Orang Tewas

Amazon Hentikan Layanan 21 Air Usai Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami Hingga 5 Orang Tewas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:47 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Kelangkaan BBM Subsidi Meluas, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:42 WIB

Media Kroasia: Debut Gila Ivan Mamut, Baru Datang Langsung Bikin Malu Juara Liga Indonesia

Media Kroasia: Debut Gila Ivan Mamut, Baru Datang Langsung Bikin Malu Juara Liga Indonesia

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:38 WIB

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Deretan Mobil Listrik Termahal di Indonesia

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 11:36 WIB

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

Soal Insiden KMP Virgo Transport 8, Puan Soroti Kecelakaan Kapal yang Terus Berulang

News | Senin, 14 September 2026 | 11:32 WIB

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

Hindari Kecelakaan, Simpang Volvo Bakal Ditutup Setelah Jalan Pinggir Rel Pasar Minggu Selesai

News | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

9 Merk Kompor Gas 2 Tungku Terbaik Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:31 WIB

×