Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!

Muhammad Yasir | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 10:18 WIB
Harga BBM Terancam Melejit, Komisi V DPR Desak Pemerintah Stop WFH dan Revolusi Transportasi Publik!
Aktivitas penumpang menunggu kedatangan Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (30/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Komisi V DPR RI mendesak pemerintah membenahi sistem transportasi publik nasional sebagai solusi permanen atas krisis energi global.
  • Syaiful Huda mendorong pengalihan subsidi BBM ke sektor angkutan umum guna menekan biaya transportasi masyarakat secara drastis.
  • Pemerintah diminta menyusun peta jalan transportasi massal yang merata, tidak hanya berfokus pada wilayah Jakarta saja.

Suara.com - Komisi V DPR RI mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah berani dan revolusioner dalam membenahi sistem transportasi publik nasional. Desakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi global.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai ketergantungan akut masyarakat terhadap kendaraan pribadi berbahan bakar fosil membuat ekonomi nasional kini berada di posisi sangat rentan. Alih-alih sekadar menerapkan kebijakan reaktif seperti Work From Home (WFH), pemerintah diminta memberikan solusi permanen.

“Krisis energi yang kita hadapi saat ini harus menjadi pelecut bagi pemerintah. Kita tidak bisa terus-menerus terjebak dalam kebijakan reaktif seperti bekerja dari rumah (WFH) setiap kali harga minyak melonjak. Solusi permanennya adalah memindahkan mobilitas warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang mumpuni,” ujar Huda kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

Politisi PKB ini menggarisbawahi bahwa kedaulatan energi nasional hanya bisa dicapai jika transportasi massal diperkuat. Pemerintah pun didesak menyusun peta jalan (roadmap) yang matang agar angkutan umum bisa diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai pelosok.

“Harus ada peta jalan jelas agar transportasi publik di Indonesia benar-benar menjadi tulang punggung transportasi yang nyaman, murah, dan menjangkau semua area,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. ANTARA/HO-Humas DPR RI.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. ANTARA/HO-Humas DPR RI.

Jangan Hanya Jakarta Sentris

Huda juga melontarkan kritik pedas terkait ketimpangan fasilitas transportasi massal antarwilayah.

Ia menyayangkan lambatnya pembangunan angkutan umum di daerah-daerah luar ibu kota yang kerap terbentur efisiensi anggaran. Karena itu, ia mendorong penguatan sistem Buy The Service (BTS) di kota-kota besar lainnya secara masif.

“Saat ini transportasi massal yang berjalan baik dan relatif terintegrasi hanya di Jakarta. Padahal kota-kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, Palembang, sangat membutuhkan penanganan serius atas ketersediaan transportasi massal yang memadai,” ungkap Huda.

Sebagai langkah konkret, Huda mengusulkan  mengalihkan sebagian subsidi BBM kendaraan pribadi ke subsidi operasional atau Public Service Obligation (PSO) bagi angkutan umum. Strategi ini diyakini mampu menekan biaya transportasi masyarakat secara drastis di tengah mahal bensin.

“Jika terjangkau kami yakin transportasi publik akan jadi pilihan rasional masyarakat di tengah mahalnya biaya BBM,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa "pemaksaan" perpindahan moda transportasi harus dibarengi kesiapan infrastruktur. Jika armada sudah mencukupi dan nyaman, barulah pemerintah bisa menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi seperti manajemen parkir atau Electronic Road Pricing (ERP).

“Langkah pembatasan ini tentu dilakukan dengan adanya penyediaan armada transportasi publik yang nyaman dan layak terlebih dahulu,” ujarnya.

Huda juga menegaskan bahwa penguatan transportasi publik bukan sekadar urusan kemacetan, melainkan investasi strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional.

“Jadi kami menilai krisis energi yang kita hadapi saat ini merupakan momentum pas untuk melakukan pembenahan angkutan massal secara serius dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB

Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok

Pertamina Kerahkan 148 Kapal Distribusi BBM ke Daerah Pelosok

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:54 WIB

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

BBM Naik, Tren Bersepeda Melesat: Saatnya Beralih ke Transportasi Hemat dan Sehat

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 08:18 WIB

Terkini

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:13 WIB

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB