Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Muhammad Yasir

Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
Ilustrasi pengeroyokan. Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah, Polda Lampung berhasil mengungkap kasus tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia. [gemini ai]
baca 10 detik
  • Pelajar berinisial IDS tewas setelah menjadi korban pengeroyokan terencana oleh anggota geng di Bantul pada April 2026.
  • Para pelaku yang dipimpin residivis JMA melakukan penganiayaan sadis di berbagai lokasi akibat konflik antargeng yang berkepanjangan.
  • Polres Bantul telah menangkap seluruh pelaku yang kini terancam hukuman berat, termasuk potensi hukuman mati bagi aktor utama.

Suara.com - Kasus pengeroyokan brutal yang merenggut nyawa pelajar berinisial IDS (16) di Bantul, Yogyakarta, menguak rangkaian kekerasan sadis yang diduga dilakukan secara terencana.

Polisi memastikan para pelaku telah diamankan dan kini menghadapi ancaman hukuman berat, termasuk hukuman mati bagi aktor utama.

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bantul membongkar kasus ini setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka parah di sekujur tubuh. Sempat dirawat intensif di RSUD Saras Adyatma, nyawa korban tak tertolong akibat cedera serius.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan proses hukum akan berjalan tegas.

“Kasus ini merupakan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Para pelaku sudah kami amankan dan proses hukum terus berjalan,” ujar Bayu, dikutip pada Rabu (29/4/2026).

Berikut tujuh fakta kunci yang terungkap dari kasus tragis tersebut:

1. Dijemput dengan Dalih ke Sekolah, Berujung Penculikan

Peristiwa bermula Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua tersangka, BLP (18) dan YP (21), menjemput korban dari rumah dengan alasan menuju sekolah di Bambanglipuro. Namun di tengah jalan, korban justru dibawa paksa ke Lapangan Gadung Mlati, Pandak—lokasi utama penganiayaan.

2. Dipicu Dendam Antargeng

baca juga

Polisi mengungkap motif pengeroyokan dilatarbelakangi konflik antar kelompok. Korban dituding berafiliasi dengan geng Kuras, sementara para pelaku merupakan anggota geng Tores. Perseteruan yang telah lama memanas disebut menjadi pemicu aksi balas dendam.

3. Penyiksaan Sangat Sadis

Korban dianiaya menggunakan berbagai benda tumpul seperti gesper besi, pipa paralon, dan bambu. Selain itu, korban juga disiksa dengan sundutan rokok. Aksi paling brutal terjadi saat kepala korban dilindas sepeda motor sebanyak tiga kali dan ditusuk 14 kali menggunakan gunting.

4. Dalang Utama Residivis

Polisi menetapkan JMA (23) sebagai aktor intelektual. Ia disebut mengomandoi penculikan hingga penganiayaan. JMA diketahui merupakan residivis kasus kekerasan dengan vonis sebelumnya satu tahun tiga bulan penjara.

5. Sempat Kabur ke Luar Daerah

Usai kejadian, lima pelaku melarikan diri ke luar Yogyakarta dan bersembunyi di “safe house” di Cilacap, Jawa Tengah. Meski sempat lolos saat penggerebekan, mereka akhirnya ditangkap di Tangerang Selatan dan Boyolali setelah pelarian lintas provinsi.

6. Aksi Berpindah di Empat Lokasi

Penyidikan mengungkap kekerasan tidak hanya terjadi di satu titik. Polisi menemukan sedikitnya empat lokasi lain, yakni di Manding, Trirenggo, Gepensi, dan Palbapang. Hal ini mengindikasikan adanya rangkaian pengejaran dan penganiayaan yang sistematis.

7. Ancaman Hukuman Mati

Seluruh pelaku dijerat pasal berlapis, termasuk kekerasan bersama yang mengakibatkan kematian dan UU Perlindungan Anak. Khusus JMA, polisi membuka kemungkinan jeratan pasal pembunuhan berencana karena membawa gunting dari rumah. Jika terbukti, ia terancam hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan remaja berbasis geng yang berujung fatal, sekaligus menjadi alarm keras bagi aparat dan masyarakat untuk memutus rantai konflik serupa.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:21 WIB

Pelajar Bantul Tewas Usai Dikeroyok Secara Sadis, Ayah Korban: Anak Saya Digilas Motor

Pelajar Bantul Tewas Usai Dikeroyok Secara Sadis, Ayah Korban: Anak Saya Digilas Motor

Entertainment | Rabu, 22 April 2026 | 10:50 WIB

Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!

Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!

News | Rabu, 01 April 2026 | 19:44 WIB

Terkini

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:00 WIB

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:55 WIB

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:50 WIB

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:47 WIB

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:44 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara

YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara

Entertainment | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan

UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:33 WIB

×