-
Donald Trump mengklaim Raja Charles III bakal mendukung Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.
-
Presiden AS mengkritik Perdana Menteri Keir Starmer yang enggan membantu operasi militer di Iran.
-
Trump mengancam keluar dari NATO karena minimnya dukungan Eropa dalam konflik dengan pihak Iran.
Retaknya hubungan pertahanan ini memicu ancaman serius dari Trump mengenai eksistensi Amerika Serikat di dalam NATO.
Trump menyatakan keraguan besar terhadap reliabilitas negara-negara Eropa sebagai sekutu pertahanan yang dapat diandalkan bagi Washington.
Kekecewaan ini memuncak saat para sekutu menolak memberikan bantuan dalam konfrontasi militer gabungan AS-Israel melawan Iran.
Hingga saat ini, tawaran pengiriman kapal perang ke wilayah strategis Selat Hormuz belum mendapat respons positif dari Eropa.
Kondisi tersebut membuat Trump mempertimbangkan secara mendalam untuk menarik diri dari keanggotaan aliansi pertahanan Atlantik Utara.
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan sekutu Eropanya mengalami tekanan hebat pasca eskalasi di Timur Tengah yang melibatkan Iran.
Penolakan negara-negara Eropa untuk terlibat dalam pengamanan Selat Hormuz menjadi titik balik bagi Donald Trump dalam menilai kembali fungsi NATO.
Hal ini diperparah dengan perbedaan pandangan antara Trump dan PM Keir Starmer mengenai peran militer Inggris di luar negeri.