- Darren Coffey mencuri bulldozer seberat 24 ton di Wolverhampton akibat sengketa dengan mekanik pada 8 November lalu.
- Aksi brutal pelaku melumpuhkan lalu lintas selama tiga jam serta menyebabkan kerusakan properti senilai ribuan poundsterling.
- Pengadilan menjatuhkan vonis 18 bulan penjara dan larangan mengemudi bagi pelaku atas berbagai tindakan kriminal yang dilakukan.
Suara.com - Seorang laki-laki di Inggris nekat mengamuk menggunakan bulldozer curian seberat 24 ton setelah berselisih dengan seorang mekanik.
Aksi brutal itu membuat lalu lintas kota Wolverhampton lumpuh selama hampir tiga jam dan menyebabkan kerugian mencapai ribuan poundsterling.
Pelaku, Darren Coffey (41), diketahui mencuri alat berat Caterpillar senilai 385 ribu pound atau sekitar Rp8 miliar dari tempat kerjanya saat berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba.
Rekaman video menunjukkan Coffey menabrakkan bulldozer ke sebuah truk Royal Mail yang sengaja diposisikan polisi untuk memblokir jalan.
Dilansir dari The Sun, kendaraan berat itu bahkan mendorong truk keluar jalur sebelum Coffey kembali melaju ke arah lalu lintas ramai.
Pengadilan Wolverhampton Crown Court mengungkap aksi perusakan tersebut dipicu sengketa Coffey dengan bengkel Willenhall Autos terkait kendaraan miliknya.
![Seorang laki-laki di Inggris nekat mengamuk menggunakan bulldozer curian seberat 24 ton setelah berselisih dengan seorang mekanik. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/04/30/55145-bulldozer.jpg)
Sebelum beraksi, ia sempat mengancam akan membakar dan menghancurkan properti bengkel tersebut.
Setelah mencuri bulldozer pada 8 November tahun lalu, Coffey juga menelepon polisi dan mengatakan dirinya sedang menuju lokasi sambil membawa dua jeriken bensin.
“Dia menciptakan kekacauan luar biasa bagi para pengguna jalan,” kata Hakim David Perry.
“Dia mundur lalu menabrak mobil polisi, dan memaksa aparat memblokir jalannya dengan truk besar.”
Akibat ulahnya, truk Royal Mail mengalami kerusakan senilai 2.508 pound, sementara bulldozer yang dipakai Coffey juga rusak dan membutuhkan perbaikan.
Total kerugian keseluruhan ditaksir melebihi 8.000 pound.
Coffey akhirnya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara setelah mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk mengemudi berbahaya, mengemudi dalam keadaan mabuk, perusakan kriminal, serta menggunakan kendaraan tanpa izin dan asuransi.
Selain dipenjara, ia juga dilarang mengemudi selama tiga tahun sembilan bulan dan diwajibkan mengikuti tes mengemudi ulang sebelum bisa kembali ke jalan.