Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:24 WIB
Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen
Novita Meliana Pratiwi, pengemudi ojek daring asal Pademangan, Jakarta Utara. (Suara.com/Adiyoga)
  • Novita Meliana Pratiwi dan rekan pengemudi daring melakukan aksi di Monas saat Hari Buruh menuntut transparansi pendapatan.
  • Skema potongan ganda oleh aplikator menyebabkan pendapatan bersih pengemudi ojek daring menyusut drastis hingga mencapai 40 persen.
  • Para pengemudi mendesak pemerintah segera menetapkan regulasi batas atas potongan aplikasi agar tercipta iklim kerja yang adil.

Suara.com - Momentum Hari Buruh tahun ini menjadi panggung bagi para pekerja kemitraan untuk mengungkap fenomena erosi pendapatan akibat skema potongan algoritma yang kian mencekik. Salah satunya datang dari pengemudi ojol.

Novita Meliana Pratiwi, seorang pengemudi ojek daring asal Pademangan, Jakarta Utara, hadir di kawasan Monas, Jakarta Pusat untuk menyuarakan ketimpangan ekonomi yang dialaminya.

Bersama sepuluh rekan sejawatnya, ia menembus kemacetan ibu kota sejak pagi buta demi menuntut transparansi atas skema bagi hasil yang dianggap tidak lagi berkeadilan.

"Kurang lebih jam 8 pagi lah sampai ke sini, karena macet. Jadi kami ke sini semuanya pakai motor masing-masing," ungkap Novita.

Persoalan utama yang mencuat dalam aksi ini adalah praktik potongan ganda, yang membuat pendapatan bersih para pengemudi menyusut hingga angka 40 persen.

Kebijakan fitur layanan memaksa para mitra untuk menanggung beban biaya tambahan, hanya demi mendapatkan akses terhadap pesanan yang lebih banyak.

Struktur biaya yang ditetapkan aplikator mengharuskan pengemudi membayar biaya tetap per sepuluh pesanan, di luar potongan komisi reguler per transaksi.

Secara matematis, beban finansial ini menciptakan dilema bagi pengemudi yang terpaksa mengejar produktivitas tinggi namun dengan margin keuntungan yang semakin tipis.

"Satu sampai dua orderan dipotong Rp3ribu, tiga sampai empat dipotong Rp8.500, lima sampai enam dipotong Rp13.500, tujuh delapan sembilan itu dipotong Rp18 ribu, dan 10 orderan ke sananya itu kami mesti dipotong lagi Rp20 ribu. Jadi double potongannya dari kantor," keluh Novita.

Realitas ekonomi ini terasa semakin membebani bagi Novita, yang memikul tanggung jawab sebagai orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga bagi anak-anaknya.

Biaya pendidikan anak di sekolah swasta menjadi variabel pengeluaran tetap yang harus dipenuhi, di tengah fluktuasi penghasilan harian yang tidak menentu.

"Ya saya ibu rumah tangga sekaligus bapak juga ya, karena kebetulan suami saya udah meninggal. Saya yang jadi tulang punggung lah buat anak-anak di rumah. Ada dua, paling kecil kelas 3 SD, yang kedua itu baru kelas 2 SMK. Yang SMK kebetulan sekolahnya di swasta," tutur Novita.

Selain aspek finansial, inefisiensi pada fitur proteksi dan filter penumpang perempuan juga dianggap sebagai kegagalan sistem dalam memberikan kenyamanan kerja bagi mitra perempuan.

Meskipun teknologi filter telah tersedia, kebocoran sistem masih sering terjadi sehingga pengemudi perempuan tetap menerima pesanan dari penumpang laki-laki yang bukan prioritas mereka.

"Jadi kayaknya nggak efisien gitu," kata Novita.

Mewakili rekan-rekannya, Novita berharap pemerintah segera mengintervensi regulasi batas atas potongan aplikasi, agar tercipta iklim kerja ekonomi digital yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

"Ya semoga bisa terkabul lah, kayak macam dihilangkan biaya Grab hemat. Jadi driver nggak harus bayar lagi untuk dapat lebih banyak orderan gitu. Terus potongan juga kalau bisa memang benar-benar diturunkan hanya 10 persen," harapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

May Day 2026: Ratusan Buruh Mulai Kepung Gedung DPR, Aksi Besar Digelar Usai Salat Jumat

May Day 2026: Ratusan Buruh Mulai Kepung Gedung DPR, Aksi Besar Digelar Usai Salat Jumat

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:20 WIB

Ambisi Baru Prabowo: Bangun Kota Buruh Terintegrasi, Hunian hingga Transportasi Disubsidi

Ambisi Baru Prabowo: Bangun Kota Buruh Terintegrasi, Hunian hingga Transportasi Disubsidi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:08 WIB

Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun

Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:38 WIB

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:01 WIB