-
Iran mengajukan 14 tuntutan perdamaian termasuk penarikan pasukan AS dan penghentian blokade laut.
-
Teheran menolak keras usulan pembukaan Selat Hormuz dan tetap mempertahankan posisi militer mereka.
-
Blokade Amerika Serikat melumpuhkan pendapatan minyak Iran dan mengancam penutupan sumur-sumur energi.
Kondisi ini diprediksi akan memaksa Iran melakukan langkah ekstrem pada fasilitas produksi energi mereka dalam waktu dekat.
Bessent menambahkan bahwa kapasitas penyimpanan minyak Iran kini hampir mencapai batas maksimal akibat terhentinya arus ekspor ke luar negeri.
“Mereka harus mulai menutup sumur-sumur, yang kami perkirakan bisa terjadi dalam minggu depan,” jelas Menteri Keuangan AS tersebut.
Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi sulit antara mempertahankan kedaulatan maritim atau menghadapi kebangkrutan ekonomi total.
Krisis ini berpotensi mengganggu stabilitas pasar energi global jika jalur Selat Hormuz tetap terjebak dalam kebuntuan diplomatik.
Ketegangan ini berakar pada blokade laut yang dipimpin Amerika Serikat sejak 13 April untuk memutus pendanaan militer Iran.
Konflik semakin meluas melibatkan operasional militer Israel di Lebanon dan perebutan kendali atas Selat Hormuz sebagai urat nadi energi dunia.
Iran kini menggunakan syarat diplomatik 14 poin sebagai posisi tawar untuk memulihkan kondisi ekonomi mereka yang terpuruk akibat sanksi internasional.