-
Harga tiket Piala Dunia 2026 di Meksiko mencapai puluhan ribu dolar sehingga sulit dijangkau warga.
-
Warga lokal memprotes turnamen karena memicu krisis air bersih dan kenaikan harga sewa hunian.
-
Isu keamanan kartel narkoba menjadi tantangan serius bagi Meksiko dalam menjamin keselamatan turis mancanegara.
“Saya pikir kita seharusnya mendapatkan seluruh Piala Dunia dan bukan hanya 13 pertandingan di Meksiko — tapi bagaimanapun, kami akan memanfaatkan setiap pertandingan yang ada,” katanya.
Di luar urusan lapangan, bayang-bayang kekerasan kartel dan blokade jalan di beberapa wilayah Meksiko menjadi kekhawatiran utama para turis.
Penangkapan gembong narkoba baru-baru ini memicu aksi pembakaran kendaraan yang mengancam stabilitas keamanan menjelang turnamen.
Di ibu kota, gelombang protes justru muncul dari warga yang mengeluhkan kelangkaan air bersih akibat pembangunan infrastruktur turnamen.
Proyek Piala Dunia juga dituding sebagai biang kerok kenaikan harga sewa hunian karena banyaknya apartemen yang beralih fungsi menjadi sewa jangka pendek.
Sejumlah pemuda melakukan aksi blokade jalan sambil menyuarakan bahwa ajang internasional ini telah berubah menjadi agenda yang sangat elitis.
Piala Dunia 2026 merupakan kolaborasi tiga negara antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, di mana Meksiko menggunakan tiga kota utama yaitu Monterrey, Guadalajara, dan Mexico City.
Stadion Banorte menjadi ikon utama di Meksiko setelah melewati pembaruan teknologi lapangan hybrid dan sistem pemantauan keamanan canggih.
Namun, kemegahan fisik tersebut kontras dengan situasi domestik Meksiko yang sedang berjuang melawan krisis perumahan dan isu keamanan nasional.