- BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia berlangsung lebih kering dan panjang akibat dinamika iklim global fase netral.
- Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup 61,4 persen wilayah di berbagai daerah Indonesia.
- BMKG mengimbau pemangku kepentingan segera melakukan aksi nyata untuk meminimalkan risiko kekeringan pada sektor pangan dan air.
“Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi,” ujar Faisal.
BMKG menegaskan seluruh informasi tersebut merupakan peringatan dini yang harus segera ditindaklanjuti oleh berbagai pihak.
BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia.