Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
Isu lumba-lumba militer di Selat Hormuz kembali ramai. Faktanya, Angkatan Laut AS memang memiliki program mamalia laut untuk operasi bawah air. [Dok. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Montenegro/CNN Internasional]
  • Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menanggapi rumor penggunaan lumba-lumba militer di Selat Hormuz saat ketegangan dengan Iran meningkat.
  • Angkatan Laut AS telah menjalankan program mamalia laut sejak Perang Dingin untuk mendeteksi ranjau serta mengamankan pelabuhan militer.
  • Lumba-lumba dipilih karena memiliki kemampuan sonar alami yang dianggap lebih efektif untuk melindungi jalur perdagangan minyak yang vital.

Suara.com - Rumor mengenai penggunaan lumba-lumba militer di kawasan Selat Hormuz mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Isu tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, ditanya soal kemungkinan Iran menggunakan mamalia laut dalam operasi militernya di kawasan Teluk Persia.

Meski menyebut Iran tidak memiliki “armada lumba-lumba”, Hegseth enggan menjelaskan lebih lanjut terkait program serupa yang pernah dijalankan militer AS.

“Saya tidak akan mengonfirmasi atau menyangkal apakah kami memiliki lumba-lumba kamikaze,” ujar Hegseth dikutip dari CNN, Kamis (7/5/2026).

Program Mamalia Laut Militer AS

Faktanya, Angkatan Laut AS memang memiliki program mamalia laut yang telah berjalan sejak era Perang Dingin.

Program tersebut melatih lumba-lumba hidung botol dan singa laut California untuk membantu mendeteksi ranjau bawah air dan mengamankan pelabuhan militer.

Program itu berada di bawah Departemen Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian Angkatan Laut AS.

“Kami menggunakan mamalia laut untuk membantu mendeteksi objek di bawah air dan melindungi pelabuhan dengan mendeteksi penyusup,” kata insinyur senior RAND Corporation, Scott Savitz.

Isu lumba-lumba militer di Selat Hormuz kembali ramai. Faktanya, Angkatan Laut AS memang memiliki program mamalia laut untuk operasi bawah air. [Dok. Angkatan Laut Amerika Serikat/CNN Internasional]
Isu lumba-lumba militer di Selat Hormuz kembali ramai. Faktanya, Angkatan Laut AS memang memiliki program mamalia laut untuk operasi bawah air. [Dok. Angkatan Laut Amerika Serikat/CNN Internasional]

Menurut penjelasan resmi program tersebut, lumba-lumba dipilih karena memiliki kemampuan sonar alami yang dinilai lebih efektif dibanding sejumlah perangkat bawah laut modern.

Dalam operasi standar, lumba-lumba dilatih untuk menemukan lokasi ranjau dan menandainya menggunakan pelampung agar dapat dijinakkan oleh penyelam militer.

Ketegangan di Selat Hormuz

Isu soal lumba-lumba militer kembali ramai dibahas saat situasi keamanan di Selat Hormuz memanas akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan sejumlah media Barat sebelumnya menyebut Iran memperkuat pertahanan lautnya di kawasan tersebut. Namun hingga kini tidak ada bukti valid yang menunjukkan Teheran memiliki program lumba-lumba militer seperti yang ramai diperbincangkan.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Kawasan itu kerap menjadi titik panas konflik geopolitik karena dilalui sebagian besar distribusi minyak global.

Ketegangan terbaru membuat isu keamanan maritim kembali menjadi perhatian internasional, termasuk terkait penggunaan teknologi maupun hewan dalam operasi militer bawah laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laga Pembuka Piala Dunia 2026 AS vs Paraguay Masih Banyak Kursi Kosong, Minat Beli?

Laga Pembuka Piala Dunia 2026 AS vs Paraguay Masih Banyak Kursi Kosong, Minat Beli?

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:54 WIB

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026

Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:22 WIB

Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026

Di Tengah Perang, Amir Ghalenoei Obsesi Bawa Iran Lepas dari Kutukan di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:04 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:19 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:10 WIB

6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh

6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:48 WIB

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB