- Universitas Indonesia menyatakan kesiapan mendukung program Makan Bergizi Gratis pemerintah dengan tetap menjaga tata kelola universitas.
- Rektor UI menegaskan bahwa keterlibatan kampus difokuskan pada penguatan berbasis keilmuan, riset inovasi, serta pendidikan tenaga ahli.
- UI sedang merumuskan model pelayanan gizi yang akuntabel agar menjadi percontohan nasional tanpa mengabaikan fungsi pendidikan dan riset.
Suara.com - Universitas Indonesia (UI) menyatakan kesiapannya mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, UI memberikan catatan penting agar pelaksanaan dapur MBG di lingkungan kampus tetap berada dalam koridor tata kelola yang benar.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam program nasional ini harus tetap selaras dengan fungsi utama universitas sebagai lembaga pendidikan dan riset.
Oleh sebab itu, UI saat ini tengah merumuskan model pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang paling tepat agar tidak menabrak aturan tata kelola universitas.
“Pelaksanaannya harus akuntabel, profesional, dan selaras dengan fungsi utama universitas sebagai pusat pendidikan dan riset,” ujar Heri Hermansyah dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Heri menjelaskan bahwa kontribusi UI dalam program MBG bukan sekadar urusan logistik makanan, melainkan penguatan berbasis keilmuan. UI akan mengerahkan para pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan program ini berbasis bukti ilmiah.
“Sebagai universitas riset, peran utama UI adalah memperkuat program MBG melalui pendidikan tenaga ahli gizi dan kesehatan, riset inovasi pangan dan gizi, kajian kebijakan, sosialisasi berbasis bukti, serta monitoring dan evaluasi berbasis metode ilmiah,” jelasnya.
Sejumlah program studi mulai dari Gizi dan Kesehatan Masyarakat di FKM UI, Teknologi Bioproses, hingga Pendidikan Dokter akan dilibatkan untuk mengawal agenda gizi nasional ini.
Heri menyatakan bahwa UI tetap peka terhadap dinamika yang berkembang di masyarakat terkait pelaksanaan program ini, namun tetap optimis pada dampak jangka panjangnya bagi generasi muda.
Melalui kajian komprehensif yang sedang dilakukan, UI berharap model pelayanan gizi di kampus nantinya bisa menjadi percontohan yang akuntabel dan memberikan dampak nyata bagi kualitas anak bangsa tanpa mengesampingkan marwah universitas.