Kasus hantavirus di Argentina melonjak tajam hingga dua kali lipat akibat faktor perubahan iklim.
Ketegangan diplomatik muncul setelah Pemerintah Argentina menuduh WHO melakukan politisasi terhadap wabah penyakit.
Kerusakan habitat lingkungan mempercepat penularan virus dari hewan pengerat ke area permukiman manusia.
Krisis ini bermula dari akumulasi 101 kasus terkonfirmasi hantavirus sejak Juni tahun lalu yang jauh melampaui angka 57 kasus pada periode sebelumnya.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui sisa kotoran atau air liur tikus yang terinfeksi dan dapat berakibat fatal bagi sistem pernapasan manusia.
Perselisihan dengan WHO semakin meruncing karena isu ini bertepatan dengan kebijakan luar negeri Argentina yang semakin proteksionis.