- Pemerintah Amerika Serikat merilis 160 dokumen terkait fenomena udara tak dikenal pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui Departemen Pertahanan.
- Publikasi arsip atas arahan Presiden Donald Trump tersebut menuai kritik karena hanya berisi informasi minim tanpa bukti signifikan.
- Pentagon menyatakan belum mencapai kesimpulan pasti atas data yang dirilis, sementara beberapa pihak menudingnya sebagai upaya pengalihan isu.
“Ini mungkin terdengar sinis, tapi perang Iran tidak berjalan baik dan publik Amerika marah. Mereka butuh sesuatu untuk mengalihkan perhatian,” kata Rogan dalam podcast-nya.
Mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene juga mengaku tidak tertarik dengan dokumen UFO.
Ia menyebut isu alien hanya propaganda di tengah masalah besar yang dihadapi Amerika.