Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB
Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
Rumah Pahlawan Nasional Prof. dr. Sardjito di Yogyakarta yang dikabarkan dijual, Rabu (13/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Rumah bersejarah milik Pahlawan Nasional Prof. dr. Sardjito di Yogyakarta kini tengah ditawarkan untuk dijual kepada publik.
  • Penjaga rumah berharap institusi pendidikan seperti UGM atau UII membeli bangunan tersebut guna melestarikan nilai sejarahnya.
  • Upaya penjualan dilakukan untuk mengantisipasi konflik ahli waris serta mencegah alih fungsi menjadi tempat komersial seperti kafe.

Ia merasa lebih baik rumah itu dikembalikan pada fungsi sejarahnya.

"Akhirnya dulu sudah saya beranikan dengan berat hati saya sampaikan pada ahli waris semuanya karena hanya dua, mereka setuju kalau ini dilepas," ujarnya.

Harapan Rumah Dimanfaatkan UGM-UII

Budhi mengaku sejak lama telah mendorong agar rumah tersebut dibeli untuk dimanfaatkan oleh UGM maupun Universitas Islam Indonesia (UII).

Alasannya sederhana, kata dia, rumah ini memiliki nilai sejarah besar. Tak hanya pernah menjadi rumah dinas rektor pertama UGM, tetapi juga berkaitan dengan perjalanan Prof. Sardjito sebagai tokoh pendidikan nasional.

Ia menyebut Soekarno, Mohammad Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, hingga ayah Presiden Prabowo Subianto pernah datang ke rumah tersebut.

"Pak Karno, Sri Sultan Hamengkubuwono, Pak Hatta tuh dan yang lain termasuk ayahnya Bapak Prabowo yang sekarang Presiden pernah ke sini," tuturnya.

Baginya, rumah itu idealnya bisa difungsikan kembali sebagai rumah dinas rektor, museum Prof. dr. Sardjito, atau rumah pelayanan sosial seperti puskesmas. Semua itu, menurutnya, masih selaras dengan semangat pengabdian Prof. Sardjito semasa hidupnya.

"Sayang kalau ngga dibeli UGM sayang sekali," ucapnya.

Sudah Ditawarkan ke Sejumlah Tokoh dan Institusi

Patung Sardjito di Museum UGM. [Suara.com/Putu Ayu P]
Patung Sardjito di Museum UGM. [Suara.com/Putu Ayu P]

Sebelum kabar penjualan rumah itu ramai di media sosial, Budhi mengaku telah lebih dulu berupaya menawarkan rumah peninggalan Prof. dr. Sardjito tersebut kepada sejumlah pihak yang dinilainya mampu menjaga nilai sejarah bangunan itu. Ia menyebut UGM dan UII menjadi pihak pertama yang ia dekati.

baca juga

Menurutnya, rumah itu akan jauh lebih tepat jika kembali dikelola oleh institusi pendidikan yang memiliki kedekatan sejarah dengan Prof. Sardjito. Bahkan, Rektor UGM disebut pernah datang langsung untuk melihat kondisi rumah tersebut.

"Sudah, Bu Rektor (UGM) sudah ke sini kok," ucapnya.

Selain kampus, Budhi juga mencoba menawarkan rumah itu kepada mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, wali kota saat ini, hingga DPRD Kota Yogyakarta melalui jalur pribadi dan relasi. Ia berharap Pemerintah Kota Yogyakarta dapat mengambil alih rumah itu agar tetap menjadi bagian dari sejarah kota.

Tak hanya itu, ia turut menghubungi dua alumni UGM yang telah menjadi dokter ternama serta sejumlah pejabat di Yogyakarta. Secara keseluruhan, menurutnya sudah ada sekitar 10 pihak yang ia dekati secara personal.

Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan final dari ahli waris. Budhi menegaskan dirinya hanya berusaha memastikan rumah tersebut jatuh ke tangan pihak yang tepat, bukan sekadar pembeli dengan penawaran tertinggi.

"Kalau saya tuh sudah berusaha ada sepuluh ya mudah-mudahan dalam waktu dekat yang membeli orang yang terbaik yang tahu rumah ini. Sehingga fungsinya tidak jauh berbeda," tandasnya.

Jangan Sampai Jadi Kafe

Hal yang paling ia khawatirkan adalah jika rumah bersejarah itu justru jatuh ke tangan pihak yang menjadikannya tempat usaha komersial seperti kafe. Baginya, hal itu terasa tidak pantas untuk rumah seorang pahlawan nasional.

Budhi mengaku akan sangat berat menerima jika rumah itu berubah fungsi menjadi ruang hiburan yang kehilangan ruh sejarahnya. Oleh sebab itu, ia lebih memilih rumah tersebut tetap menjadi hunian pribadi atau dikelola institusi yang mampu menjaga nilai sejarahnya.

"Tapi maaf kalau ini dibeli sama orang asing ya entah siapapun nek dinggo (kalau dipakai) kafe saya tuh susah (menerima), ngelus dada," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Budhi bahkan sempat menegaskan kepada seorang broker agar tidak memasang spanduk penjualan di depan rumah. Sebagai Ketua RW di lingkungan tersebut, ia merasa tidak nyaman jika rumah Prof. Sardjito dipasarkan secara vulgar.

Rumah Warisan Budaya

Secara status, rumah tersebut merupakan bangunan warisan budaya. Artinya, bangunan induk tidak boleh diubah bentuknya, sementara renovasi hanya diperbolehkan pada bagian tambahan.

"Jadi gini rumah induk yang gini itu tidak boleh diubah. Ketika pemiliknya ubah dendanya Rp500 juta," tandasnya.

Menurut Budhi, sekitar 60 persen kondisi rumah masih asli sejak masa Prof. Sardjito, termasuk genteng, kayu-kayu utama, mebel, hingga beberapa lemari tua.

Selain itu, masih ada pula keris peninggalan Prof. Sardjito yang disimpan rapi di dalam lemari sudut ruangan.

"Aslinya ya kira-kira masih 60 persen masih ada, ngga pernah diubah ini hanya belakang yang diubah, kalau induknya belum pernah. Genteng zaman dulu itu, kayu-kayu juga," tuturnya.

Dengan luas tanah mencapai 1.206 meter persegi dan bangunan sekitar 800 meter persegi, rumah itu berdiri sebagai saksi sejarah panjang Yogyakarta.

Bagi Budhi, rumah itu bukan sekadar aset yang kini ditawarkan dengan nilai mencapai miliaran rupiah, melainkan simbol warisan yang seharusnya dijaga dengan hormat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art

Living Walls: Saat Dinding Hotel di Yogyakarta Berubah Jadi Galeri Seni dengan Sentuhan Naive Art

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:27 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

Harga Plastik Naik? Simple Cycle Jogja Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Harga Plastik Naik? Simple Cycle Jogja Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai

Video | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:00 WIB

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:13 WIB

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:06 WIB

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:02 WIB

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:55 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta

Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:27 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

×