- Dudung menegaskan pemerintah tidak melakukan intimidasi terhadap masyarakat sipil yang kritis di Jakarta.
- Prabowo menyatakan kesediaannya menerima kritik sebagai bentuk bantuan berharga untuk menjaga dan mengamankan jalannya pemerintahan.
- Dudung mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan nasional dan menghindari narasi tidak benar yang memutarbalikkan fakta mengenai demokrasi.
"Kalau kritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, tidak suka dikoreksi, tetapi sesungguhnya itu mengamankan," kata Presiden Prabowo.
Prabowo bahkan memberikan perumpamaan sederhana namun mendalam lewat interaksinya dengan ajudan atau anak buahnya.
"Contoh paling sederhana, kadang-kadang kita lupa ada kancing yang tidak terpasang. Kemudian, anak buah kita lari: Pak, seragam Bapak, Pak. Bapak kancingnya.... Lho, ini anak buah kok berani koreksi. Tetapi, dia koreksi untuk mengamankan saya. Bayangkan Presiden muncul kancingnya tidak (lengkap, red.). Jadi, kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tetapi dia menjaga saya. Dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan," tutup Presiden.