Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
Ancaman hantavirus kini resmi merambah sektor pariwisata laut setelah seorang dokter spesialis kanker asal Oregon terpaksa mendekam di ruang isolasi ketat biokontainer. (Ist)
baca 10 detik
  • Dokter Amerika dipindahkan dari ruang biokontainer setelah hasil tes hantavirus kapal pesiar tidak konsisten.

  • Wabah hantavirus pertama di kapal pesiar menyebabkan tiga kematian dan memicu karantina 42 hari.

  • WHO memperingatkan potensi penularan virus Andes antarmanusia meskipun risiko publik saat ini masih rendah.

Hasil Tes yang Saling Bertentangan

Polemik muncul saat hasil uji usap hidung yang dilakukan di luar negeri memberikan informasi yang sangat membingungkan. Satu hasil tes laboratorium di Belanda menyatakan negatif, sementara tes kedua justru menunjukkan hasil positif.

Ketidakkonsistenan data medis ini membuat pihak CDC Amerika Serikat harus melakukan intervensi dengan pengujian ulang.

“Tes awal yang kami terima berasal dari luar negeri dan hasilnya tidak meyakinkan,” ujar Dr. David Fitter dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Kini Kornfeld sedang menunggu hasil validasi dari pengujian terbaru yang dilakukan setelah ia mendarat di Amerika. Ketidakjelasan hasil ini menjadi alasan utama mengapa ia sempat dikurung sendirian di unit biokontainer Nebraska.

Di tengah kesendiriannya, ia berusaha tetap menjaga kewarasan dengan berkomunikasi melalui teknologi digital dengan dunia luar.

“Agak aneh berada di sini sendirian, tapi perawat datang, dokter datang. Saya menggunakan WhatsApp sepanjang waktu. Sungguh menakjubkan betapa cepatnya waktu berlalu,” katanya.

Kornfeld sebelumnya merupakan bagian dari 120 orang yang dievakuasi secara massal dari kapal pesiar tersebut. Mereka diterbangkan ke berbagai negara untuk menjalani proses karantina sesuai dengan regulasi kesehatan internasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan hingga kini terdapat 11 kasus hantavirus yang terhubung langsung dengan kapal pesiar tersebut. Tragedi ini telah memakan korban jiwa sebanyak tiga orang, sementara delapan kasus lainnya sudah terkonfirmasi laboratorium.

baca juga

Hantavirus umumnya menyebar melalui kotoran hewan pengerat, namun jenis virus Andes yang ditemukan kali ini memicu kekhawatiran penularan antarmanusia.

WHO mewajibkan seluruh penumpang menjalani karantina selama 42 hari untuk memutus rantai penyebaran yang mungkin terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

×