Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
Ilustrasi petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menolak pembangunan infrastruktur dapur program Makan Bergizi Gratis di lingkungan kampus pada Mei 2026.
  • UMY mengusulkan keterlibatan melalui kajian akademik serta penempatan mahasiswa magang pada unit pelayanan gizi yang sudah ada.
  • UPN Veteran Yogyakarta menyatakan tidak akan mengelola program tersebut karena lebih memprioritaskan dukungan pada program kedaulatan energi nasional.

Suara.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menolak model pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus. Alih-alih membangun dapur, universitas mengusulkan dua skema keterlibatan berbasis akademik.

Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Dyah Mutiarin, menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak harus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur SPPG di dalam kampus.

"Kalau tujuan membangun SPPG adalah menjadi living laboratory, itu tidak harus berada di dalam kampus. Kampus sendiri terbatas dari sisi lahan, anggaran, dan sumber daya manusia," kata dosen yang akrab disapa Arin tersebut, Kamis (14/5/2026).

"Sementara itu, SPPG yang sudah ada di luar kampus juga sudah cukup banyak," lanjut dia.

Lagipula, Arin menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara keseluruhan masih mengandung banyak persoalan yang belum tuntas dibenahi sebelum diperluas ke lingkungan kampus.

"Dari sisi policy design, masih perlu pembenahan. Dari sisi anggaran, implementasi, implementator, hingga ketepatan manfaat bagi siswa, itu semua masih memerlukan banyak kajian," ujarnya.

Menurutnya, ekspansi kebijakan tersebut ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) termasuk UMY memerlukan pijakan regulasi dan kajian yang jauh lebih matang.

Selain itu, ia menilai terdapat cara yang lebih tepat dan lebih selaras dengan mandat akademik perguruan tinggi.

Arin merinci dua peran konkret yang dinilai paling sesuai dengan kapasitas dan mandat perguruan tinggi dalam ekosistem program MBG.

baca juga

Pertama, dosen dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari bidang gizi, kesehatan, pertanian, hingga manajemen, didorong untuk melakukan kajian akademik terhadap SPPG yang telah beroperasi di luar kampus. Kajian tersebut mencakup evaluasi komposisi gizi, analisis anggaran, hingga penilaian ketepatan sasaran penerima manfaat.

"Perguruan tinggi dapat memberikan masukan terkait komposisi gizi, langkah pencegahan keracunan makanan, maupun evaluasi dari sisi efisiensi anggaran," jelasnya.

Kedua, mahasiswa dari program studi yang relevan dapat difasilitasi untuk menjalani magang langsung di SPPG yang telah terbentuk.

Skema tersebut dinilai lebih efisien karena mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan secara nyata tanpa kampus harus menanggung beban pembangunan dan operasional dapur baru.

Lebih dari itu, Guru Besar Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY tersebut juga menyoroti keunggulan struktural yang dimiliki Muhammadiyah.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)

Menurutnya, UMY dan jaringan amal usaha Muhammadiyah telah memiliki ekosistem yang terhubung secara organik dengan sasaran program MBG.

Sekolah-sekolah Muhammadiyah, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, merupakan bagian dari institusi yang menjadi penerima program MBG.

Dengan demikian, jalur kolaborasi antara UMY dan SPPG Muhammadiyah secara praktis telah tersedia tanpa perlu membangun koneksi baru dari awal.

"Kita mendukung dari sisi sumber daya manusia. Selain itu, karena banyak amal usaha pendidikan Muhammadiyah bergerak di lingkup TK, SD, SMP, hingga SMA, sebenarnya kita sudah terhubung langsung dengan SPPG itu sendiri," ungkapnya.

Ia meminta pemerintah memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk menimbang secara independen. Termasuk mengevaluasi kelemahan, kelebihan, dan manfaat program tersebut bagi kampus maupun mahasiswa.

"Kita berharap pemerintah memberikan ruang lebih dahulu kepada perguruan tinggi untuk melakukan kajian. Apakah kebijakan ini akan lebih baik atau lebih tepat apabila dilaksanakan di kampus, itu yang perlu dijawab terlebih dahulu," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:19 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×