Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Vania Rossa

Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
Mohamad Sobary, peneliti senior LIPI. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Peneliti LIPI Mohamad Sobary mengkritik Prabowo Subianto yang dinilai memiliki pemahaman dangkal terhadap pemikiran politik Bung Karno.
  • Sobary menyatakan bahwa orientasi politik Prabowo cenderung tunduk kepada Amerika Serikat dan bertentangan dengan prinsip bebas aktif Indonesia.
  • Sikap politik Prabowo dinilai berbeda dengan Gus Dur yang membawa misi toleransi saat berinteraksi dengan tokoh global internasional.

Suara.com - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, melontarkan kritik tajam terhadap orientasi politik luar negeri Indonesia saat ini, khususnya terkait figur Prabowo Subianto. Sobary menilai ada ironi besar dalam cara Prabowo memandang sosok Proklamator Bung Karno.

Menurut Sobary, meskipun Prabowo kerap menunjukkan kekaguman terhadap Bung Karno, kekaguman tersebut dinilai masih dangkal dan belum menyentuh substansi pemikiran Bung Karno tentang kemerdekaan bangsa.

“Prabowo itu mengagumi Bung Karno dengan sikap anak remaja. Tidak pernah mengagumi Bung Karno sebagai orang yang sudah dewasa dan memetik political wisdom-nya Bung Karno, kearifan Bung Karno, wawasan Bung Karno tentang aneka macam global politics,” ujar Sobary dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (15/5/2026).

Sobary menekankan bahwa Bung Karno memiliki prinsip kuat bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan. Namun, ia melihat arah politik Prabowo justru cenderung “menunduk” pada kekuatan yang ia anggap kolonial, seperti Amerika Serikat.

“Prabowo melihat Amerika itu penjajah. Dari zaman presiden siapa pun itu penjajah. Di depan pemimpin Amerika ndak boleh kita menjadi otonomus, free, merdeka dan berbicara tentang kesamaan. Ndak boleh. Kita mesti menunduk,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti sikap politik Prabowo yang dianggap terlalu berpihak pada kepentingan tertentu dan bertolak belakang dengan politik bebas aktif Indonesia. Sobary bahkan menyebut orientasi politik tersebut “mengerikan”.

“Pro Zionis dalam situasi begini itu getir. Apalagi dia (Amerika) malah menyerang Iran. Apalagi malah dia pernah menahan dua kapal Iran. Wah itu mengerikan sekali Bung orientasi politiknya Prabowo itu. Sangat-sangatlah mengerikan,” tegas Sobary.

Menurutnya, sikap Prabowo yang mengagumi Donald Trump berbanding terbalik dengan semangat kemandirian yang diwariskan Bung Karno. Sobary bahkan menyebut Amerika Serikat tetap merupakan kekuatan kolonial, siapa pun presidennya.

“Amerika itu kolonial juga. Di bawah presiden siapa pun kolonial,” ujarnya.

baca juga

Beda Kelas dengan Gus Dur

Menjawab pertanyaan mengenai langkah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dulu pernah menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh Israel, Sobary memberikan pembelaan sekaligus pembeda yang tegas.

Menurutnya, Gus Dur bertindak sebagai tokoh global yang membawa misi toleransi, bukan tunduk secara politik.

“Itu mesti hati-hati kalau kepada Gus Dur dalam soal politik macam gitu. Bersahabat tidak berarti menunduk. Prabowo menunduk, mengagumi Trump. Gus Dur ke sana sebagai tokoh toleransi agama,” jelasnya.

Ia menegaskan langkah Gus Dur saat itu tidak melukai prinsip politik bebas aktif Indonesia. Sebaliknya, Sobary menilai orientasi politik Prabowo justru mengarah pada keberpihakan terhadap kepentingan Zionisme.

“Beda konteksnya dengan Prabowo menjaga keselamatan Zionisme, kaum Zionis, Tel Aviv. Kiblatnya begitu. Kiblat itu mentah, mentah politik mentah,” tuturnya.

Sobary juga membayangkan almarhum Presiden ke-4 RI itu pasti akan prihatin melihat kondisi tersebut.

Menurutnya, Gus Dur akan banyak mengeluh melihat ironi ketika Indonesia justru mendekat ke Amerika Serikat di saat sekutu-sekutu tradisional Washington mulai menjauhi Donald Trump.

“Justru sahabat-sahabat Amerika meninggalkannya. NATO, semua negara yang tergabung dalam NATO meninggali. Tetangga di belakang pagar, Kanada,” pungkas Sobary.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!

Mohamad Sobary Tegas Bantah Gus Dur Pernah Puji Prabowo Orang Paling Ikhlas: Tak Ada Kitabnya!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:09 WIB

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB

Kim Yun Seok Beraliansi dengan Kim Seon Ho di Drama Politik Fantasi Baru

Kim Yun Seok Beraliansi dengan Kim Seon Ho di Drama Politik Fantasi Baru

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Ke Sekolah Terkadang Diadang Banjir Rob, BRI Peduli Bantu Mahesa Lewat Sepeda Baru

Ke Sekolah Terkadang Diadang Banjir Rob, BRI Peduli Bantu Mahesa Lewat Sepeda Baru

Riau | Senin, 28 September 2026 | 15:28 WIB

KPK Pantau Temuan Lapas Cibinong, Buka Ruang Koordinasi dengan ORI dan Kemenimipas

KPK Pantau Temuan Lapas Cibinong, Buka Ruang Koordinasi dengan ORI dan Kemenimipas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:28 WIB

Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Turun Tangan, 700 Lebih Warga Batang Terdampak Dugaan Keracunan MBG

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 15:27 WIB

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

BRI Peduli Berikan Sepeda untuk Siswa SD di Semarang Agar Lebih Semangat Tempuh Pendidikan

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 15:24 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Tiket Pertandingan Masih Tersedia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

Trump Tolak Damai dengan Iran, Ancaman Perang Kembali Memanas

News | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 15:20 WIB

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Dapur Warmindo di Sleman Meledak, Tiga Pegawai Terpental Keluar Warung

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

BRI Peduli Wujudkan Impian Murid Asal Semarang Ini Agar Punya Sepeda untuk Sekolah

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 15:19 WIB

×