- Dico Milandika tewas dikeroyok belasan orang saat melerai perselisihan kekasihnya di Weston Billiard, Jakarta Barat, 10 Mei 2026.
- Pihak pengelola Weston Billiard tidak melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut kepada pengurus RW setempat meski terjadi di wilayahnya.
- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki kasus ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian.
Andreas mengungkapkan bahwa keributan di tempat billiard itu bukan hal baru. Ia menyebut perselisihan kerap terjadi menjelang dini hari, saat tempat tersebut tutup.
"Kalau dengar-dengar orang ngomong ya, Bu, ya sering kejadian itu lah, setelah bubaran. Jam 4 pagi," tuturnya.
Menurutnya, pengunjung yang kerap terlibat keributan bukan berasal dari warga sekitar, melainkan dari luar wilayah Grogol.
"Anak dari Tambora, dari Kali Anyar, kebanyakan Jakarta Pusat yang datang ke sini. Kalau anak Grogol kayaknya jarang dengar dia ribut gitu," ungkapnya.
![Ilustrasi pengeroyokan. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/18/41439-ilustrasi-pengeroyokan.jpg)
Weston Billiard disebut Andreas baru beroperasi sejak akhir 2025, belum genap setengah tahun.
"Masih baru itu, belum ada setengah tahun kayaknya. Akhir Desember kayaknya bukanya, 2025 akhir," ujarnya.
Meski telah terjadi insiden maut, Andreas memastikan tempat tersebut masih beroperasi seperti biasa hingga saat ini, tanpa ada penutupan atau garis polisi yang terpasang.
"Setahu saya buka terus. Enggak ada garis polisi, saya lihat buka terus yang di situ," katanya.
Andreas juga menyebut adanya kerusakan fisik di lokasi kejadian.
"Katanya, di biliard situ kan, nah ada yang kacanya bolong. Di situ jatuhnya dari situ," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian Polda Metro Jaya masih menyelidiki insiden ini setelah Polsek Grogol Petamburan menerima laporan dan melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Reporter: Dinda Pramesti K