- Kemlu RI mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Siprus.
- Sebanyak sembilan WNI, termasuk dua jurnalis Republika, turut ditangkap saat membawa bantuan logistik dan obat untuk Palestina.
- Pemerintah RI berkoordinasi dengan berbagai KBRI untuk menjamin keselamatan serta segera membebaskan seluruh aktivis yang ditahan Israel.
"Kami mengecam aksi intersepsi Zionis Israel terhadap kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta prinsip kemanusiaan terhadap kelompok yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," kata dia.
Adapun Bambang Noroyono dan fotografer Thoudy Badai ikut dalam rombongan kemanusiaan tersebut. Kapal ini membawa logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Palestina.
"Semua relawan di kapal itu tak membawa senjata, tapi obat-obatan, logistik. Ini adalah suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang kelaparan dan menghadapi agresi zionis bertahun-tahun."