Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:30 WIB
Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter
Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter. (Dok. ITDP)
  • ITDP dan ViriyaENB menyelenggarakan diskusi transportasi terintegrasi di Jakarta pada 13 Mei 2026 untuk mengelola mobilitas jutaan komuter Jabodetabek.
  • Sistem pengelolaan transportasi yang terfragmentasi saat ini dinilai menghambat efisiensi pelayanan publik dan meningkatkan beban emisi di kawasan aglomerasi.
  • Pembentukan lembaga transportasi terintegrasi direkomendasikan untuk mengoordinasikan standar layanan, pembiayaan, serta pengembangan jaringan transportasi lintas wilayah yang lebih efisien.

Suara.com - Jabodetabek menghadapi tantangan besar dalam mengelola mobilitas jutaan warga yang setiap hari berpindah lintas kota dan provinsi.

Di tengah tingginya pergerakan komuter, integrasi kelembagaan transportasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi emisi sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di kawasan aglomerasi terbesar di Indonesia tersebut.

Data menunjukkan kawasan Jabodetabek mencatat lebih dari 4,4 juta pergerakan komuter setiap hari. Sekitar 1,5 juta perjalanan di antaranya berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) menuju Jakarta.

Namun hingga kini, sistem transportasi yang melayani mobilitas tersebut masih dikelola oleh berbagai institusi dengan kewenangan yang terpisah-pisah.

Untuk merespons tantangan tersebut, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia bersama Yayasan Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menuju Kelembagaan Transportasi Terintegrasi di Jabodetabek” pada 13 Mei 2026 di Jakarta.

Forum ini menjadi bagian dari proyek Comprehensive Low-Emission Action for Resilient Transport in Jabodetabek (CLEAR Jabodetabek).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, yang diwakili Plh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan, menegaskan bahwa integrasi kelembagaan transportasi bukan lagi sekadar opsi kebijakan.

“Mobilitas masyarakat Jabodetabek tidak lagi dapat dilihat secara terpisah berdasarkan batas administrasi wilayah. Integrasi transportasi publik perlu terus diperkuat. Salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan adalah integrasi kelembagaan transportasi yang mampu mempercepat penyelesaian persoalan transportasi lintas wilayah, mengurangi beban emisi, dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik,” ujarnya.

Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan memudahkan perencanaan dan pengelolaan transportasi publik secara kawasan, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang efisien dibandingkan kendaraan pribadi. Peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menekan emisi sektor transportasi yang selama ini menjadi penyumbang polusi perkotaan.

Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Taufiq Hidayat Putra, mengatakan kebutuhan integrasi tersebut juga akan diperkuat melalui penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta.

“Lebih dari 1,5 juta perjalanan komuter dilakukan dari Bodetabek menuju Jakarta setiap harinya sehingga terdapat kebutuhan nyata integrasi pelayanan, tata kelola, dan sistem transportasi kawasan aglomerasi Jakarta,” katanya.

Dalam diskusi yang melibatkan lebih dari 60 perwakilan pemerintah, operator transportasi, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil itu, sejumlah tantangan utama berhasil diidentifikasi. Di antaranya adalah tumpang tindih kewenangan antarinstansi, belum adanya formula pembagian biaya layanan lintas daerah yang jelas, serta fragmentasi pengelolaan aset transportasi.

Para peserta menilai penyelesaian persoalan tersebut dapat membuka jalan bagi sistem transportasi publik yang lebih terhubung dan efisien.

Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah pembentukan kelembagaan transportasi terintegrasi Jabodetabek yang berfungsi mengoordinasikan standar layanan, pembiayaan, dan pengembangan jaringan lintas wilayah.

Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan integrasi kelembagaan merupakan fondasi penting untuk mendukung transportasi rendah emisi di kawasan metropolitan.

Menurutnya, pengembangan model transportasi berbasis data skala Jabodetabek juga sedang disiapkan untuk membantu perencanaan yang lebih akurat dan berkelanjutan di masa depan.

Melalui integrasi kelembagaan, para pemangku kepentingan berharap transportasi publik Jabodetabek tidak hanya semakin mudah diakses dan terhubung, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Jika terwujud, langkah ini berpotensi menekan emisi karbon, mengurangi kemacetan, dan menciptakan sistem mobilitas yang lebih berkelanjutan bagi jutaan warga Jabodetabek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:46 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Industri Batu Bara Dituntut Tekan Emisi dan Minimalkan Kerusakan Ekosistem

Industri Batu Bara Dituntut Tekan Emisi dan Minimalkan Kerusakan Ekosistem

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:15 WIB

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam

Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:56 WIB

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:46 WIB

Kolaborasi Memperluas  Akses Air Bersih di Wilayah 3T

Kolaborasi Memperluas Akses Air Bersih di Wilayah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:45 WIB

Kolaborasi Perluas Akses Air Bersih di Kawasi, Dukung Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah 3T

Kolaborasi Perluas Akses Air Bersih di Kawasi, Dukung Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:45 WIB

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:13 WIB

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

Krisis Iklim Mengubah Politik Gender Rumah Tangga, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:09 WIB