BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

Suhardiman

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
Ilustrasi Dapur MBG (pexels.com/Sony Feo)
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional segera menyusun Bank Menu untuk menjadi acuan dapur MBG di seluruh Indonesia mulai Mei 2026.
  • BGN akan memberikan sanksi tegas bagi mitra penyedia bahan baku yang tidak mematuhi aturan standar kualitas maupun kuantitas.
  • Pengawas gizi wajib memastikan keamanan pangan di SPPG melalui pemantauan ketat saat penerimaan bahan baku dan penggunaan peralatan.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) segera menyusun Bank Menu yang bakal diterapkan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Bank Menu tersebut akan menjadi acuan dapur MBG dalam menentukan hidangan yang diberikan kepada penerima manfaat.

"Jadi menu itu sudah kita tentukan, satu bulan ini. Seluruh Indonesia nanti mengambil saja dari situ," kata Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG se Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Rencana itu disambut baik oleh para Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG yang hadir dengan teriakan dan tepuk tangan meriah.

"Nggak pusing kan, kalian?” tanya Nanik.

“Yaaa…!” kata mereka.

"Jadi nanti kalian masih bisa pacaran, kalau begini…?” kata Nanik sambil tertawa.

“Yaaa…!” teriak mereka sambil bertepuk tangan dan tertawa-tawa riang.

Nanik memahami selama ini para pengawas gizi pusing saat menyusun menu yang sesuai dengan bujet Rp 10 ribu untuk satu porsi MBG.

"Saya tahu, kalian pusing setiap hari, 10 ribu dijembreng ke sana di jembreng sini. Belum lagi menghadapi mitra yang nakal. Ya, kan?” ujar Nanik.

Nanik kemudian menjabarkan praktek-praktek kenakalan Mitra SPPG yang sering kali tidak memenuhi permintaan bahan baku sesuai dengan rencana menu yang disusun Pengawas Gizi hari itu.

"Mintanya ini, kamu dikasihnya yang itu, minta yang itu, dikasihnya yang lain," ucap Nanik.

"Tenang. Sekarang apa-apa sudah ada suspend, tanpa insentif. Nah, kalau dia nggak nurut sama kalian, dan bikin menu suka-suka dia, kita suspend nanti tapi tanpa insentif. Karena ini adalah termasuk melakukan, dalam tanda kutip, korupsi. Kita tidak ampuni kalau yang seperti ini. Karena mereka sudah memperoleh uang insentif, jadi uang belanja tidak boleh diganggu-ganggu," sambungnya.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG itu kemudian mengingatkan lagi bahwa di dalam petunjuk teknis disebutkan tentang supplier bahan baku pangan untuk satu SPPG minimal 15 supplier.

Sebab, jika kurang dari 15 supplier, apalagi hanya satu dua dan disetir oleh Mitra akan disuspend.

"Saya kemarin menemukan di Jakarta Timur masih ada yang hanya punya 3-4 supplier. Itu disuspend. Minimal harus ada 15 supplier," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pengawas Gizi harus ada pada saat-saat titik kritis. Pertama, saat dropping bahan baku harus ada Pengawas Gizi dan Pengawas Keuangan.

"Karena, pada saat dropping bahan baku harusnya sudah diperiksa, sudah dilihat apakah bahan itu bagus atau tidak. Kalau tidak, langsung ditolak. Kalau perlu kita nggak usah masak kalau dia tidak bisa mengganti. Jangan dipaksakan!" cetus Nanik.

Pengawas Gizi harus ada pada saat dropping bahan baku pangan karena kunci keamanan pangan mulai dari titik itu.

"Kalau anda melihat ayam yang datang sudah mulai kebiru-biruan, dan di dalam hati saja anda sudah ragu, langsung drop saja. Ayam juga sering datang dalam bentuk bongkahan, minta aslap bongkar, lihat, bisa jadi di dalamnya sudah busuk,” kata Nanik.

Sementara, dari sidak yang dilakukannya selama ini, Nanik sering menemukan barang hanya diterima relawan, lalu digeletakkan sembarangan.

Nanik pun mendorong agar SPPG-SPPG melengkapi alat yang tersedia di setiap SPPG. Soal kelengkapan peralatan ini sedang disusun dalam juknis peralatan SPPG yang baru secara khusus.

"Di Gudang basah, selain harus ber-AC, juga harus ada freezer, chiller, dan showcase. Semua harus diketahui fungsi dan tujuan penggunaannya oleh pengelola dapur. Satu lagi perlu chiller yang kecil untuk menyimpan sample menu, yang disimpan di kantor SPPG,” kaya Nanik.

Setiap dapur juga wajib memiliki mesin pemotong sayuran dan blender besar sehingga proses persiapan memasak bisa lebih cepat.

Untuk ruang persiapan harus memakai meja, Sedangkan untuk memanggang harus dengan oven besar dan tidak boleh hanya dengan torch.

Sementara untuk mengupas telur, setiap SPPG juga harus memiliki mesin pengupas telur, dan tidak boleh memakai tangan kosong lagi. Setiap SPPG juga harus menyediakan cooling room sebelum ruang pemorsian,

Mesin vakum pun diperlukan untuk membungkus menu agar lebih terjaga higientasnya. Sementara untuk memasak, ke depan akan diwajibkan memakai deep frying dan tidak boleh memakai wajan lagi.

Sementara itu, semua mobil juga harus ber_AC, sehingga kondisi ompreng MBG ketika didistribusikan makanan tetap dalam rantai dingin, sehingga mengurangi potensi insiden keamanan pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Makan Bergizi Gratis: Program Gizi atau Program Pencipta Lapangan Kerja?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:57 WIB

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:30 WIB

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:33 WIB

Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo

Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:57 WIB

Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun

Ribuan Dapur MBG 3T Mangkrak 8 Bulan, Pengelola Klaim Rugi Belasan Triliun

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:31 WIB

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

Dihadang saat Mau Geruduk BGN, Orator Demo MBG Sebut 1,5 Juta Pekerja Terancam: Negara Harus Hadir!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:27 WIB

Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?

Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:05 WIB

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:39 WIB

Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak

Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:21 WIB

BGN Janji Benahi Program MBG agar Lebih Tepat Sasaran

BGN Janji Benahi Program MBG agar Lebih Tepat Sasaran

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan

Aktivis Anti-Korupsi Kritik Penjagaan Rumah Jampidsus Oleh TNI: Tugas Militer Jaga Kedaulatan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:40 WIB

Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

Eks Sekjen MPR Diduga Gunakan Duit Gratifikasi Rp30 M untuk Renovasi Rumah hingga Nikahan Anak

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:20 WIB

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

Revisi Aturan Outsourcing Dipastikan Rampung Juli 2026, Said Iqbal Bocorkan Poinnya

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:19 WIB

KPK Bongkar Modus 'Uang Assalamualaikum' Eks Sekjen MPR: Palak Rekanan Proyek 10 Persen!

KPK Bongkar Modus 'Uang Assalamualaikum' Eks Sekjen MPR: Palak Rekanan Proyek 10 Persen!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:17 WIB

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:53 WIB

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB

Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR

Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:54 WIB

Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti

Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:43 WIB

Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:42 WIB

Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu

Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:37 WIB

×