Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 08 Juli 2026 | 13:05 WIB
Penelitian UI: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Picu Food Waste, Apa Dampaknya?
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah berpotensi menimbulkan persoalan lain, yakni meningkatnya limbah makanan atau food waste.

Temuan itu berasal dari penelitian yang dilakukan dosen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Dian Sulistiawati, di lima sekolah dasar di DKI Jakarta. Penelitian berlangsung pada Juni hingga September 2025 untuk melihat bagaimana program MBG dijalankan dan diterima oleh para siswa.

Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar makanan yang dibagikan tidak dihabiskan oleh siswa. Dalam satu kelas yang berisi sekitar 32 hingga 34 murid, hanya empat sampai lima anak yang menghabiskan seluruh porsi makanannya.

Mayoritas siswa menyisakan makanan, bahkan sebagian hanya mencicipi sedikit dari menu yang disajikan. Di beberapa sekolah, siswa diperbolehkan membawa pulang sisa makanan tersebut, namun hal itu belum menjadi kebijakan yang berlaku di semua sekolah.

Ilustrasi sampah makanan - food waste (Photo by Markus Winkler/Pexels)
Ilustrasi sampah makanan - food waste (Photo by Markus Winkler/Pexels)

Menurut Dian, temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari seberapa banyak makanan tersebut benar-benar dikonsumsi.

"Program ini dibuat untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi. Namun, jika makanan yang disediakan tidak dimakan, tujuan tersebut tentu tidak tercapai secara optimal," ujarnya.

Mengapa makanan banyak tersisa?
Dian menilai salah satu penyebab munculnya sisa makanan adalah menu yang dianggap kurang familiar bagi anak-anak.

Dalam perspektif antropologi, katanya, makanan bukan sekadar persoalan nutrisi, tetapi juga berkaitan dengan budaya dan kebiasaan makan yang telah terbentuk sejak kecil.

Menurutnya, mengubah kebiasaan makan anak tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan yang bergizi. Anak juga perlu diperkenalkan secara bertahap pada jenis makanan baru agar lebih mudah menerimanya.

baca juga

Karena itu, ia menyarankan agar pelaksanaan MBG dibarengi dengan edukasi mengenai makanan dan gizi yang melibatkan tenaga ahli. Guru serta penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dinilai perlu memastikan makanan benar-benar dikonsumsi siswa sehingga potensi limbah makanan dapat ditekan.

Apa dampaknya bagi lingkungan?
Persoalan food waste tidak hanya berkaitan dengan pemborosan makanan, tetapi juga berdampak pada lingkungan.

Semakin akhir makanan terbuang dalam rantai pasok, semakin besar sumber daya yang terbuang sia-sia. Sebelum sampai ke tangan siswa, makanan telah melalui proses panjang, mulai dari penanaman bahan pangan, panen, pengolahan, distribusi, hingga penyajian.

Artinya, ketika makanan tidak dikonsumsi, air, energi, lahan, dan berbagai sumber daya yang digunakan selama proses produksi juga ikut terbuang.

Laporan The Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) pada 2013 menyebutkan negara berkembang umumnya kehilangan pangan pada tahap awal rantai pasok akibat keterbatasan infrastruktur. Namun, dalam kasus MBG, limbah makanan justru terjadi pada tahap akhir, yaitu ketika makanan telah sampai kepada penerima manfaat.

Dampaknya tidak berhenti di situ. Makanan yang berakhir di tempat pembuangan sampah akan membusuk dan menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang memiliki kemampuan memerangkap panas jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Emisi tersebut turut berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:39 WIB

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Sayur Sinonim Cerah Artinya Apa? Ini Jawaban Teka-teki MPLS Edisi Makanan dan Minuman

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:27 WIB

Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak

Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:21 WIB

Terkini

Dari Yoga Sampai Konser Musik, Ini Sederet Keseruan BRI Wellness Experience 2026 di Hutan Kota

Dari Yoga Sampai Konser Musik, Ini Sederet Keseruan BRI Wellness Experience 2026 di Hutan Kota

Surakarta | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:02 WIB

Wajar Warga Enggan Bayar Pajak saat Ekonomi Lesu, Pengawasan Ketat Tak Diperlukan

Wajar Warga Enggan Bayar Pajak saat Ekonomi Lesu, Pengawasan Ketat Tak Diperlukan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:01 WIB

BRI Wellness Experience Tawarkan Aktivitas Seru dan Promo Transaksi Digital

BRI Wellness Experience Tawarkan Aktivitas Seru dan Promo Transaksi Digital

Sumbar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:57 WIB

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:52 WIB

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:48 WIB

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

Jakarta | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:44 WIB

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:39 WIB

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:35 WIB

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Sulsel | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:31 WIB

×