Sengaja Dibiarkan Membusuk! Dompet Dhuafa Bongkar Siasat Israel Hambat Bantuan Gaza

Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 19:48 WIB
Sengaja Dibiarkan Membusuk! Dompet Dhuafa Bongkar Siasat Israel Hambat Bantuan Gaza
Konferensi pers "Kisah Pengorbanan Besar dalam Misi Kemanusiaan" di Gedung filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Tsabita]
  • Dompet Dhuafa mengirimkan perwakilan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 untuk menembus blokade bantuan di Gaza.
  • Militer Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia di perairan internasional saat misi berlangsung pada Mei 2026.
  • Para aktivis berhasil dibebaskan melalui diplomasi Turki dan akan menempuh jalur hukum internasional terkait penyiksaan selama penahanan.

Suara.com - Ketua Pengurus Lembaga Filantropi Islam Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, membeberkan kisah sekaligus pengorbanan para relawan kemanusiaan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk detik-detik penangkapan oleh militer Israel di perairan internasional.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bertajuk "Kisah Pengorbanan Besar dalam Misi Kemanusiaan" di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Ahmad menjelaskan, misi kemanusiaan tersebut telah dipersiapkan sejak awal 2026, jauh sebelum para relawan diberangkatkan menuju kawasan konflik.

"Kegiatan Global sumud Flotilla 2.0 dimulai rapat-rapatnya sejak bulan Januari 2026, Dompet Dhuafa sudah terlibat dan sampai akhirnya kemudian diinventarisir relawan-relawan yang mungkin bisa ikut serta," ujar Ahmad dalam konferensi persnya.

Dalam misi tersebut, Dompet Dhuafa mengirimkan tiga perwakilan resmi untuk menembus blokade Gaza, terdiri dari dua relawan yang berangkat melalui jalur laut dan satu melalui jalur darat.

"Yang pertama yang melalui laut dua orang, Mas Ronggo dan Mas Herman, kemudian yang melalui darat ada Mas Imam," ujar Ahmad Juwaini.

Penangkapan di Laut Internasional

Misi yang melibatkan sekitar 50 kapal dari berbagai negara itu berangkat dari Marmaris, Turki, pada Kamis, 13 Mei.

Namun, perjalanan tersebut berujung pada intersepsi militer Israel dalam dua gelombang penangkapan.

"Kemudian pada hari Senin, gelombang pertama di-intersept, dan di situ ada orang Indonesia yang ditangkap, diculik, dan ditahan itu sebanyak lima orang, terdiri dari empat jurnalis dan satu relawan," jelasnya.

Penangkapan kembali terjadi pada hari berikutnya terhadap rombongan lainnya.

"Yang tanggal 19 orang Indonesia sisanya empat orang itu juga kemudian ditangkap dan ditahan oleh tentara Israel, terdiri dari tiga relawan dan satu jurnalis," tambah Ahmad.

Secara keseluruhan, sebanyak 428 aktivis dari lebih 50 negara dilaporkan turut ditahan dalam operasi tersebut.

Aktivis Hendro Prasetyo berjalan keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym]
Aktivis Hendro Prasetyo berjalan keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym]

Diplomasi dan Pembebasan

Para aktivis akhirnya dibebaskan melalui proses diplomasi internasional yang disebut Ahmad banyak dipengaruhi peran Turki sebagai negara dengan hubungan strategis dengan Israel.

"Turki itu adalah negara yang punya hubungan diplomatiknya dekat sekali ya, intens dengan Israel. Dan ini membuat posisi Turki itu sangat-sangat disegani oleh Israel juga gitu," terangnya.

Setelah dibebaskan sekitar empat hari lalu, para relawan diterbangkan dari Tel Aviv ke Istanbul untuk menjalani pemeriksaan dan pendokumentasian kondisi mereka selama penahanan.

"Pengecekan itu untuk mendokumentasikan penyiksaan-penyiksaan yang dialami oleh aktivis-aktivis dari berbagai negara ini untuk didokumentasikan dan nantinya akan dijadikan bahan untuk pengaduan dan gugatan oleh Global Sumud Flotilla Internasional ke Dewan HAM PBB dan Mahkamah Internasional," tegas Ahmad.

Blokade Gaza dan Alasan Keterlibatan

Ahmad juga menegaskan bahwa keterlibatan Dompet Dhuafa dalam misi berisiko ini dilatarbelakangi kesulitan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza akibat blokade ketat sejak 7 Oktober 2023.

Ia bahkan mengungkap adanya dugaan hambatan dan pengurangan distribusi bantuan di lapangan.

"Beberapa kiriman-kiriman kita bantuan kemanusiaan menggunakan kontainer itu dikirim misalnya 100 yang dimasukkan hanya mungkin 80 atau 70. Dikirim 50 beberapa di antara dibiarkan sengaja oleh tentara Israel agar membusuk sebelum sampai ke Gaza, itu biasa kita alami gitu," ungkapnya.

Menurutnya, upaya kemanusiaan tidak akan efektif tanpa dihentikannya blokade terhadap Gaza.

"Gimana caranya genosida ini diakhiri? Karena itu kegiatan-kegiatan yang membantu dihilangkannya blokade, dihilangkannya genosida, perlu di-support Dompet Dhuafa karena itu bagian dari untuk memudahkan atau melancarkan disalurkannya bantuan kemanusiaan kita kepada masyarakat Palestina di sana," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF

Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF

News | Senin, 25 Mei 2026 | 19:34 WIB

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa

News | Senin, 25 Mei 2026 | 06:45 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB