Ia menyebut Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah nasional dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 50,4 juta jiwa. Potensi tersebut diperkuat oleh pertumbuhan industri halal, wisata ramah muslim, keuangan syariah, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren.
Menurut Diana, Jawa Barat saat ini menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia. Selain itu, Jawa Barat juga mencatat berbagai capaian strategis, di antaranya wisata halal terbaik nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025, pengembangan 21 zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), serta pertumbuhan aset perbankan syariah yang mencapai sekitar Rp105 triliun pada 2025.
Tak hanya itu, Jawa Barat juga memiliki 12.977 pesantren atau sekitar 30,6 persen dari total pesantren di Indonesia, yang dinilai menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren.
“Dari Jawa Barat kami ingin membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya unggul dalam nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Diana.***