Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi

Bangun Santoso

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:07 WIB
Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yor Burys atau Yorrys Raweyai. (Suara.com/Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menanggapi viralnya film dokumenter Pesta Babi di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.
  • Yorrys menyatakan film tersebut mengkritik perusakan hutan akibat Proyek Strategis Nasional di Merauke, Papua, bukan sekadar judulnya.
  • Ia mengkritik kebijakan ganti rugi lahan masyarakat yang tidak manusiawi serta menuntut transparansi pemanfaatan kayu hasil pembukaan hutan.

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yor Burys Raweyai, memberikan tanggapan terkait viralnya acara nonton bareng film dokumenter ‘Pesta Babi’ yang belakangan memicu reaksi dari aparat di sejumlah daerah.

Yorrys menilai film tersebut merupakan kritik terhadap pengrusakan hutan yang kini masif terjadi, terutama di tanah Papua.

Hal itu disampaikan Yorrys saat ditemui sebelum melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Terjebak di Antara Dua Senjata: Eksploitasi Sipil dan Ruang Hidup Papua di Bawah Bayang-bayang PSN" yang digelar di The Acacia Hotel, Jakarta Pusat.

Menurut Yorrys, masyarakat sebaiknya tidak hanya terpaku pada judul film tersebut, melainkan melihat substansi pesan yang disampaikan secara utuh mengenai kelestarian hutan di Indonesia.

“Sebetulnya begini, kalau anda nonton, jangan lihat judulnya ya, kalau judul itu memang kayaknya terkesan itu ya. Tetapi kalau anda menonton dia secara keseluruhan, itu dia sebetulnya menjelaskan tentang bagaimana masalah-masalah perusakan hutan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Papua ya,” ujar Yorrys kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Ia pun menyentil respons pemerintah dan aparat yang dinilai berlebihan dalam menanggapi pemutaran film tersebut. Menurutnya, tindakan mempertanyakan sumber pembiayaan justru membuat film tersebut semakin viral.

“Ini kan strategi daripada produser yang menurut saya hebat. Cuma karena ditanggapi oleh pemerintah dengan segala macam, tanya siapa yang biayai dan lain sebagainya, ini menjadi masalah untuk semua orang tahu, akhirnya viralnya ke mana-mana,” lanjutnya.

Yorrys menegaskan bahwa film dokumenter seperti itu merupakan masukan penting bagi DPD RI, terutama dalam proses pembahasan Panitia Khusus (Pansus).

Ia juga mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) terkait isu pelarangan film tersebut.

baca juga

“Waktu itu Menko Polhukam katakan bahwa itu nggak ada larangan, itu mungkin dari masing-masing ini ya, anggota aja yang mau ngecek atau apa, tapi secara resmi itu tidak ada larangan,” tegasnya.

Eksploitasi Hutan dan PSN

Lahan masyarakat adat di Merauke yang diubah menjadi proyek strategis nasional (PSN) pangan. [Dok. Greenpeace]
Lahan masyarakat adat di Merauke yang diubah menjadi proyek strategis nasional (PSN) pangan. [Dok. Greenpeace]

Lebih lanjut, Senator asal Papua ini menyoroti dampak nyata dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang mencakup lahan seluas 2,5 juta hektar untuk komoditas padi dan tebu.

Yorrys mempertanyakan transparansi pembersihan lahan yang mengorbankan hutan alam.

Eksploitasi di Papua itu bukan baru, itu dari dulu ya, kita mesti tahu juga. Cuma memang yang paling parah sekarang itu dengan PSN di Merauke itu yang 2,5 juta (hektare), kami pernah pertanyakan di situ,” ujar Yorrys.

Ia mempertanyakan nasib kayu-kayu hasil pembukaan hutan tersebut yang hingga kini tidak jelas rimbanya.

“Sekarang pertanyaannya kalau itu (lahan) dibuka untuk padi dan tebu, pertanyaannya hutan itu dihabisin ke mana itu? Kan pasti ada pemotongan hutan kan, pembukaan lahan," ungkapnya.

Terkait isu rendahnya ganti rugi lahan masyarakat yang dihargai sebesar Rp300 ribu per hektare sebagaimana disebut dalam tayangan yang viral, Yorrys menilai pola pembebasan lahan tersebut keliru dan tidak manusiawi.

“Kita dapat laporan tentang harga itu. Ini yang saya bilang penataan tentang pola pembebasan lahan itu menurut saya itu keliru. Itu dia punya, kenapa kita nggak jadikan dia sebagai mitra untuk bersama-sama? Jadi ada rasa memiliki, bukan hanya dibayar selesai dengan harga yang tidak manusia lah,” ujarnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:57 WIB

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Pesta Babi dan Luka di Tanah Papua

Your Say | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:46 WIB

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

Mama Sinta Berbalik Dukung Food Estate Papua Selatan, Akui Kecewa Pernah Dimanfaatkan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:12 WIB

Raisa Debut Musikal, Perankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026

Raisa Debut Musikal, Perankan Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke 2026

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:35 WIB

Terkini

Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:01 WIB

GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir

GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir

Jogja | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Jurnal Jo: Sulitnya Jadi Remaja, Kebelet Dewasa tapi Daya Tak Mampu!

Jurnal Jo: Sulitnya Jadi Remaja, Kebelet Dewasa tapi Daya Tak Mampu!

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Hutan Bakau Dunia Tambah 2.000 kilometer Persegi Sejak 2010, Mampukah Kurangi Ancaman Krisis Iklim?

Hutan Bakau Dunia Tambah 2.000 kilometer Persegi Sejak 2010, Mampukah Kurangi Ancaman Krisis Iklim?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Persiapan HUT RI ke-81: Istana Kirim Undangan ke Mantan Presiden, Pendaftar Tembus 336 Ribu

Persiapan HUT RI ke-81: Istana Kirim Undangan ke Mantan Presiden, Pendaftar Tembus 336 Ribu

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Cara Pakai Peeling Serum Viva yang Benar, Bolehkah Digunakan Setiap Hari?

Cara Pakai Peeling Serum Viva yang Benar, Bolehkah Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan

Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Polisi Ungkap Peredaran 3,2 Kg Ganja di Kampus, 3 Orang Ditangkap

Polisi Ungkap Peredaran 3,2 Kg Ganja di Kampus, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Driver Ojol Bingung Soal Status UMKM: Kalau Cuma Buat Pinjam Uang, Sudah Ada Gopay!

Driver Ojol Bingung Soal Status UMKM: Kalau Cuma Buat Pinjam Uang, Sudah Ada Gopay!

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×