Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2026 | 12:09 WIB
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
Pembukaan Green Youth Quake Training di Bogor. (Dok. Istimewa)
  • Warga Nagari Anduriang masih menggunakan rakit untuk menyeberang sungai karena jembatan utama rusak akibat bencana enam bulan lalu.
  • Tokoh agama menekankan bahwa bencana ekologis bukan sekadar takdir, melainkan konsekuensi atas kerusakan lingkungan oleh aktivitas manusia.
  • Organisasi lintas agama berkolaborasi menerjemahkan isu krisis iklim menggunakan pendekatan nilai spiritual dan budaya agar mudah dipahami masyarakat.

Pandangan serupa juga disampaikan Pendeta Widianto Nugroho dari GKJ Joglo, Jakarta Barat. Ia mengatakan bahwa dalam sejarahnya, tafsir keagamaan pernah disalahgunakan untuk membenarkan eksploitasi alam atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Sempat ada kesalahpahaman masa lalu di awal kapitalisme berkembang, bahwa Kekristenan memandang Tuhan memberikan kewenangan bagi manusia untuk menaklukkan alam, dalam arti bebas berbuat apa saja,” ujar Widianto.

Padahal, menurutnya, makna “menaklukkan” dalam ajaran tersebut bukanlah kesewenang-wenangan, melainkan tanggung jawab untuk merawat ciptaan Tuhan.

“Menaklukkan yang dimaksud sebenarnya adalah mewujudkan penatalayanan yang baik terhadap ciptaan Tuhan,” lanjutnya.

Di sisi lain, dari perspektif Katolik, Koordinator Nasional Laudato Si’ Indonesia, Cyprianus Lilik Krismantoro Putro, menilai krisis ekologis saat ini tidak bisa dilepaskan dari pola kerusakan yang berlangsung secara sistematis dan terus diwariskan.

Pimpinan Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus saat masih hidup. (Twitter)
Pimpinan Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus saat masih hidup. (Twitter)

Ia merujuk pada ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus pada 2015 sebagai titik penting perubahan cara pandang gereja terhadap relasi manusia dan alam.

“Kesalahan-kesalahan ekologis itu menjadi dosa struktural yang mewaris di lembaga-lembaga besar, masuk ke dalam perundang-undangan, tapi juga masuk di dalam dosa-dosa domestik,” jelas Lilik.

Menurutnya, cara pandang keagamaan terhadap lingkungan terus berkembang seiring kesadaran bahwa kerusakan bumi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan juga persoalan moral dan spiritual.

Pandangan tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Siti. Ia menilai ajaran agama sebenarnya telah lama mengingatkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Siti merujuk pada Surah Ar-Rum ayat 41 yang menyebut kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah tangan manusia.

Karena itu, menurutnya, bencana tidak seharusnya dipahami semata sebagai takdir yang harus diterima begitu saja. Di balik berbagai krisis ekologis yang terjadi, terdapat tanggung jawab manusia untuk menjaga bumi dan hidup lebih selaras dengan alam.

Rahmatan Lil Alamin dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

Dalam Islam, manusia memang diciptakan sebagai khalifah di bumi, artinya manusia diberi amanah untuk mengelola dan memakmurkan bumi, bukan merusaknya. Karena itu, konsep rahmatan lil alamin seharusnya tidak hanya dimaknai sebatas hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan sesama dan dengan alam.

“Jadi tugas kita sebagai hamba itu nggak hanya habluminallah, bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah lewat ibadah. Tapi juga ada habluminannas, bagaimana kita berbuat baik kepada sesama manusia, dan habluminalalam, bagaimana kita berbuat baik kepada alam,” ujar Siti Barokah.

Menurutnya, ketiga relasi tersebut seharusnya berjalan secara utuh dan saling berkaitan. Amal saleh, kata dia, bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga mencakup tindakan menjaga lingkungan dan merawat kehidupan di sekitar.

“Amal saleh itu segala bentuk kebaikan dalam kehidupan kita. Jadi nggak hanya soal ibadah kepada Tuhan, tapi juga bagaimana kita berbuat baik kepada manusia dan kepada alam,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:30 WIB

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar

Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:44 WIB

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:33 WIB

Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi

Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:14 WIB

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:07 WIB

Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor

Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:01 WIB

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:38 WIB

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:30 WIB

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:18 WIB

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:21 WIB

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB