Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:29 WIB
Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis
Rudal militer Israel menghantam Beirut dan Lebanon selatan pasca-perintah evakuasi massal yang memicu krisis kemanusiaan baru. (Tangkapan layar X)
baca 10 detik
  • Militer Israel meluncurkan serangan udara mematikan ke Beirut dan kota Tyre di Lebanon selatan.

  • Perintah evakuasi massal mencakup 14 persen wilayah Lebanon dan memicu krisis kapasitas penampungan.

  • Kedua belah pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan sebulan.

Suara.com - Gelombang serangan udara militer Israel kembali mengguncang ibu kota Beirut dan wilayah Lebanon selatan secara masif. Operasi tempur ini diluncurkan beberapa jam setelah perintah pengosongan wilayah terbesar diterbitkan sejak kesepakatan gencatan senjata.

Langkah agresif Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tersebut langsung memicu eksodus besar-besaran warga sipil yang kini terlantar tanpa arah. Situasi di lapangan kian kritis karena lokasi penampungan di kota-kota aman dilaporkan telah melebihi kapasitas tampung.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 11 orang tewas akibat rentetan bom yang menghancurkan gedung pemukiman. Skala kehancuran tersebar merata mulai dari pusat kota Tyre hingga pinggiran timur yang berbatasan langsung dengan zona konflik.

Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

Warga setempat menyaksikan kepulan asap raksasa menyerupai jamur membubung tinggi di antara kompleks apartemen padat penduduk. Api yang menyala sejak malam hari merembet cepat ke fasilitas publik dan kendaraan yang terparkir di jalanan.

Evakuasi mandiri terus berjalan di tengah ancaman serangan susulan yang diprediksi akan jauh lebih mematikan. Tim penyelamat bahkan terpaksa menghentikan proses evakuasi korban karena situasi keamanan yang sangat tidak kondusif.

"Kru penyelamat dan pemulihan terpaksa menghentikan pekerjaan mereka karena kondisi tetap 'terlalu berbahaya' dan para pekerja menerima telepon dari militer Israel yang memperingatkan mereka untuk mengevakuasi area tersebut," kata seorang anggota Hezbollah di Tyre menyatakan kepada BBC, dikutip Jumat (29/5/2026).

Serangan udara Israel kembali mengguncang Lebanon. Kali ini, jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat pasukan Hizbullah. [istimewa]
Serangan udara Israel kembali mengguncang Lebanon. Kali ini, jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat pasukan Hizbullah. [istimewa]

Perintah pengosongan teranyar mencakup area di sepanjang selatan Sungai Zahrani yang menjadi rumah bagi ratusan ribu jiwa. Wilayah geografi yang terdampak instruksi militer ini diperkirakan mencapai 14 persen dari total luas daratan Lebanon.

Kondisi tersebut memaksa otoritas lokal Tyre mengalihkan arus pengungsi menuju wilayah utara termasuk ke kota besar Sidon. Kendati demikian, fasilitas penampungan yang tersedia sudah tidak mampu lagi menampung gelombang manusia yang terus berdatangan.

Kepala delegasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Lebanon, Agnes Dhur, memberikan peringatan keras atas krisis kemanusiaan ini. Agnes Dhur menyatakan:

baca juga

"Permusuhan yang terus berlanjut menciptakan kondisi yang tidak dapat dipertahankan bagi warga sipil dan berisiko menimbulkan konsekuensi jangka panjang."

Trauma mendalam dirasakan oleh masyarakat sipil yang rumah dan tempat usahanya hancur total akibat konflik berkepanjangan. Banyak warga yang sebelumnya bersumpah tidak akan pergi, kini terpaksa mengemas barang berharga mereka demi menyelamatkan nyawa.

Rida, seorang warga berusia 52 tahun yang memiliki kafe di dekat pantai, mengungkapkan kepasrahannya. Rida menyatakan:

"Saya pergi ke pelabuhan di samping pantai dan banyak orang di sana. Orang-orang mengemas barang-barang mereka. Semua orang ketakutan."

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh keputusan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memperluas operasi darat di perbatasan. Keputusan tersebut diambil menyusul serangan drone Hezbollah yang menyasar tentara Israel dan pemukiman warga di wilayah utara.

Kedua belah pihak saat ini saling melempar tuduhan terkait pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang disepakati sejak 17 April. Israel berkukuh mempertahankan hak pertahanan diri, sementara Lebanon menilai serangan udara tersebut sebagai bentuk pelanggaran hukum internasional.

Sejak konflik bersenjata ini pecah pada 2 Maret silam, korban jiwa dari kedua belah pihak terus berjatuhan. Data resmi Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 3.213 orang tewas, sedangkan pihak Israel melaporkan kehilangan 23 tentara dan empat warga sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:37 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×