- Wakil Rektor UGM Arie Sujito menyatakan Indonesia mengalami regresi demokrasi serta munculnya neo-otoritarianisme dalam forum Konferensi Republik, Sabtu (30/5/2026).
- Kartelisasi politik dan kooptasi negara menyebabkan kebijakan publik tidak partisipatif serta melemahkan posisi tawar masyarakat sipil secara signifikan.
- Arie mendesak revitalisasi gerakan akar rumput dan penguatan fungsi kampus sebagai benteng moral untuk mengawal demokrasi substantif.
Tak lupa, Arie menyentil arah institusi pendidikan tinggi masa kini. Ia mengingatkan agar fungsi perguruan tinggi dikembalikan pada khitahnya sebagai pengontrol kekuasaan dan tidak sekadar menjadi institusi pencetak pekerja.
"Kita harus mengembalikan fungsi kampus bukan sebagai pabrik tenaga kerja. Ini mengingatkan perguruan tinggi berbagai tempat, melainkan sebagai benteng moral dan intelektual yang berani menyuarakan kebenaran di hadapan kekuasaan," lanjutnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, petani, dan buruh untuk membangun aliansi strategis lintas sektoral. Tujuannya guna mengembalikan kontrol publik dalam roda pemerintahan demi menyelamatkan masa depan republik.
"Tanpa civil society yang tangguh, demokrasi hanyalah sebuah cangkang kosong tanpa isi. Mari kita jernihkan pikiran dan terus bergerak demi meneguhkan kembali peran rakyat di dalam menjaga marwah demokrasi," tandasnya.