Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Wakil Rektor UGM Arie Sujito menyatakan Indonesia mengalami regresi demokrasi serta munculnya neo-otoritarianisme dalam forum Konferensi Republik, Sabtu (30/5/2026).
  • Kartelisasi politik dan kooptasi negara menyebabkan kebijakan publik tidak partisipatif serta melemahkan posisi tawar masyarakat sipil secara signifikan.
  • Arie mendesak revitalisasi gerakan akar rumput dan penguatan fungsi kampus sebagai benteng moral untuk mengawal demokrasi substantif.

Suara.com - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai Indonesia tengah berada di persimpangan jalan yang krusial.

Hal itu menyusul adanya gejala regresi demokrasi serta menguatnya neo-otoritarianisme yang bergerak senyap di dalam koridor hukum formal.

"Kita sedang menyaksikan fenomena yang oleh para ilmuwan politik disebut sebagai regresi demokrasi dan kemunduran demokrasi," kata Arie dalam forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Sabtu (30/5/2026).

"Apalagi dalam beberapa kasus belakangan disertai secara sporadis kasus teror, ragam bentuk dan reproduksi neo-otoritarianisme," katanya menambahkan.

Menurut Arie, salah satu ancaman terbesar bagi masa depan demokrasi di tanah air saat ini adalah menguatnya kartelisasi politik.

Kondisi tersebut diperparah oleh kooptasi negara terhadap ruang publik.

Kondisi ini membuat partai politik terjebak dalam kepentingan pragmatis jangka pendek dan mengabaikan proses deliberasi bersama rakyat.

"Akibatnya, kebijakan-kebijakan publik lahir tanpa melalui proses deliberasi yang bermakna buat rakyat, melainkan diputus di ruang-ruang gelap yang jauh dari kontrol publik," tuturnya.

Lebih lanjut, ia turut menyoroti melemahnya posisi tawar masyarakat sipil atau civil society akibat adanya polarisasi dan fragmentasi di era digital.

baca juga

"Ketika civil society terfragmentasi, posisi tawar dia terhadap kekuasaan menjadi lemah. Ini bahan refleksi buat kita. Konsolidasi sipil bukan semata-mata dikerjakan dalam tahap awal transisi demokrasi, justru harus dilakukan keberlanjutan," ucapnya.

Sosiolog UGM ini turut memberikan catatan kritis terhadap fenomena migrasi para aktivis ke dalam lingkaran kekuasaan.

Ia menyayangkan apabila kepindahan para penggerak masyarakat sipil tersebut tidak membawa agenda perubahan substantif tapi justru larut dalam kenyamanan birokrasi dan melupakan nilai kerakyatan.

"Kita tidak sedang menghakimi, tetapi tolong ini menjadi refleksi buat kita untuk saling mengingatkan agar perubahan pada track," tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia usai menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri, Jumat, 27 Februari 2026. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat berjabat tangan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Untuk mengantisipasi kemerosotan situasi politik ini, Arie mendesak dilakukannya revitalisasi gerakan dari tingkat akar rumput. Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak boleh hanya bergantung pada agenda prosedural pemilu lima tahunan semata.

"Demokrasi substantif membutuhkan kehadiran warga negara yang aktif, kritis, dan berdaya setiap hari. Kita perlu menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi, komunitas di kampung-kampung, kampus-kampus, di serikat pekerja," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Closed Loop Kurban, Menuju Ekosistem Halal Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Opini | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:05 WIB

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB

Terkini

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Review Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Teror Mistis di Balik Konten Viral

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Di Pasir Panjang, Warga Dayak Kaharingan Berjuang Menjaga Ingatan tentang Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:00 WIB

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

Alami Luka Parah di Kepala, Pemotor Tewas Usai Disundul Mobil di Puri Indah Jakbar

News | Senin, 02 November 2026 | 11:59 WIB

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Harga Beras Melonjak di Oktober 2026, dari Kualitas Medium hingga Premium

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:58 WIB

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 11:55 WIB

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Kita Bayar Pajak

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:54 WIB

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:50 WIB

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 11:47 WIB

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

Mengenal Sonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

×