Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang

Bangun Santoso

Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
Ilustrasi listrik
baca 10 detik
  • Renie Aryandani dari Trend Asia mengkritik kebijakan transisi energi pusat yang dinilai sentralistik dan merugikan daerah penghasil energi.
  • Ketimpangan distribusi listrik terjadi karena daerah penghasil sumber energi justru sering menanggung beban lingkungan serta infrastruktur tidak stabil.
  • Pemerintah didesak menerapkan demokratisasi energi dengan melibatkan partisipasi daerah serta menyesuaikan kebijakan berdasarkan potensi sumber daya lokal masing-masing.

Suara.com - Public Interest Lawyer dan Juru Kampanye di Trend Asia, Renie Aryandani, mengkritik kebijakan transisi energi Indonesia yang dinilai masih menerapkan pola sentralistik dan berpotensi mengorbankan daerah penghasil energi demi memenuhi kebutuhan listrik wilayah lain.

Menurut Renie, pemerintah seharusnya tidak memaksakan satu model transisi energi untuk seluruh daerah karena setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi sumber daya, dan kondisi sosial yang berbeda.

"Jangan sampai ada wilayah-wilayah yang dikorbankan untuk menerangi wilayah lain, itu satu," kata Renie saat ditemui dalam Festival "Gugur Gunung Tandang Gawe" di Pamitnya Meeting, Jakarta Selatan, Sabtu (30/5/2026).

Ia menilai persoalan mendasar sektor ketenagalistrikan nasional terletak pada belum diterapkannya demokratisasi energi.

Akibatnya, daerah yang menjadi sumber energi justru kerap menanggung dampak lingkungan dan sosial yang lebih besar dibanding manfaat yang diterima.

Renie mencontohkan ketimpangan yang terjadi antara Pulau Jawa dengan Sumatra dan Kalimantan.

Menurutnya, konsumsi listrik terbesar berada di Jawa, sementara sumber energi seperti batu bara banyak diambil dari daerah lain yang justru masih menghadapi persoalan pasokan listrik.

"PLTU paling banyak di Pulau Jawa. Terus konsumsi listrik paling banyak di Pulau Jawa juga. Batu baranya diambil dari mana? Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan yang keduanya itu punya infrastruktur listrik yang nggak stabil," ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa pemadaman listrik di Sumatra sebagai salah satu gambaran ketimpangan tata kelola energi yang masih terjadi.

baca juga

Karena itu, Renie menolak pendekatan kebijakan energi yang ditetapkan secara seragam dari pemerintah pusat.

Menurutnya, setiap daerah harus diberi ruang menentukan sumber energi yang paling sesuai berdasarkan potensi lokal dan kajian ilmiah yang memadai.

"Nggak mungkin misal orang bilang harus PLTS, nggak bisa juga kita paksakan dari pusat bahwa semua daerah harus PLTS. Enggak, karena masing-masing daerah punya potensi misal dari hidro mungkin, dari angin mungkin," tuturnya.

Ia menegaskan, perencanaan energi harus berangkat dari kajian lingkungan dan potensi daerah, bukan sekadar target pembangunan nasional.

"Tolong berikan kajian ilmiah potensi di masing-masing wilayah baru direncanakan dan listriknya untuk wilayah itu sendiri," katanya.

Public Interest Lawyer dan Juru Kampanye di Trend Asia, Renie Aryandani. (Suara.com/Dinda)
Public Interest Lawyer dan Juru Kampanye di Trend Asia, Renie Aryandani. (Suara.com/Dinda)

Lebih lanjut, Renie mengungkapkan bahwa Trend Asia saat ini masih menggugat Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) karena dinilai minim partisipasi daerah serta masih mempertahankan ketergantungan pada batu bara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:20 WIB

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Mengenal Tiga Tipe iCAR V23 SUV Listrik Modern Bergaya Klasik

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:11 WIB

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:33 WIB

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Mobil Listrik Ferrari Panen Hujatan Setelah Umumkan Harga Resmi

Otomotif | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:42 WIB

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:26 WIB

Terkini

Apakah Jalan Kaki Bisa Mengecilkan Perut Buncit? Simak Penjelasan dan Tips agar Cepat Rata

Apakah Jalan Kaki Bisa Mengecilkan Perut Buncit? Simak Penjelasan dan Tips agar Cepat Rata

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:55 WIB

Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?

Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:44 WIB

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:42 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:39 WIB

Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global

Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:39 WIB

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan

6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026

Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026

Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35 WIB

Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar

Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:30 WIB

×