Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Bangun Santoso

Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
Acara Festival Gugur Gunung Tandang Gawe di Pamitnya Meeting, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5/2026). (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • Mahasiswa Sastra UI bernama Kale menghidupkan kembali fungsi wayang sebagai media kritik sosial dan lingkungan dalam Festival Gugur Gunung.
  • Instalasi seni wayang di Jakarta Selatan tersebut merepresentasikan konflik antar kelas serta dampak kerusakan lingkungan terhadap masyarakat akar rumput.
  • Komunitas Terbit dari Barat bertujuan menggabungkan isu lingkungan dan budaya melalui berbagai media kreatif untuk menyampaikan keresahan sosial masyarakat.

Suara.com - Di tengah maraknya kampanye lingkungan yang disampaikan melalui diskusi, film, atau media sosial, sekelompok anak muda mencoba pendekatan berbeda.

Mereka menghidupkan kembali wayang bukan sebagai hiburan semata, melainkan sebagai medium untuk menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan dan konflik sosial yang terjadi di masyarakat.

Gagasan tersebut muncul dalam Festival Gugur Gunung Tandang Gawe di Yogyakarta. Salah satu penggagasnya, Kale, mahasiswa Sastra Jawa Universitas Indonesia, menilai fungsi wayang selama ini telah bergeser menjadi sekadar tontonan dan atraksi wisata.

"Kalau Kakaknya lihat sekarang, pagelaran wayang bakal nemu di mana? Di Solo, di Sriwedari. Itu kan tujuannya udah bukan untuk berpikir lebih jauh tentang bagaimana pagelaran wayang dan apa itu wayang, tapi cukup buat pariwisata, buat tontonan aja," kata Kale saat ditemui di sela acara Festival Gugur Gunung Tandang Gawe di Pamitnya Meeting, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5/2026).

Menurutnya, wayang pada mulanya merupakan sarana komunikasi antara masyarakat dan dalang. Penonton bahkan bisa berinteraksi langsung untuk membahas persoalan yang mereka hadapi.

"Nah, sebenarnya dulu penonton itu bisa nanya ke dalang, bisa interaktif. Dalang harus tahu ruangnya itu seperti apa," ujarnya.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Kale mencoba memaknai ulang wayang melalui instalasi seni yang dapat diakses publik tanpa harus menyaksikan pertunjukan semalam suntuk.

"Aku memaknai ulang sebenarnya pagelaran wayang itu bisa nggak sih tanpa dalang? Sebenarnya bisa. Yang penting dari pagelaran wayang kan narasinya dapat, informasi yang disampaikan dapat," katanya.

Melalui instalasi yang dipamerkan dalam festival itu, Kale mengangkat isu kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial.

baca juga

Ia menampilkan gunung, potongan kayu, hingga figur wayang sebagai simbol relasi antara masyarakat akar rumput, kalangan intelektual, dan kelompok yang memiliki kekuasaan.

"Sebenarnya yang pengen aku highlight lebih dalam itu konflik antar kelas sih tepatnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, figur wayang rumput yang ditampilkan merepresentasikan masyarakat akar rumput yang semakin terdesak oleh berbagai persoalan lingkungan dan pembangunan.

"Aku merepresentasikan wayang rumput sebagai masyarakat grassroot, masyarakat akar rumput yang sekarang itu udah nggak bisa apa-apa nih, istilahnya maju kena mundur kena," kata Kale.

Sementara itu, kelompok intelektual digambarkan sebagai pihak yang memiliki peran untuk menopang masyarakat melalui data dan pengetahuan.

"Yang bisa mem-balancing kelas-kelas kayak gitu, kelas-kelas pejabat dan segala macamnya ya intelektual nih karena dia megang data-datanya," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?

Investasi Asing dan Dampak Lingkungan: Apa yang Terjadi di Balik Pertumbuhan Industri?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:20 WIB

Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?

Keterlibatan Perempuan di Energi Terbarukan Masih di Bawah 15 Persen, Apa Sebabnya?

News | Kamis, 30 April 2026 | 14:05 WIB

Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial

Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial

News | Senin, 16 Maret 2026 | 19:33 WIB

Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran

Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran

Your Say | Minggu, 08 Maret 2026 | 07:50 WIB

Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen

Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen

Your Say | Minggu, 15 Februari 2026 | 09:30 WIB

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:37 WIB

Ekosida: Kejahatan Lingkungan yang Belum Diakui Negara

Ekosida: Kejahatan Lingkungan yang Belum Diakui Negara

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 10:23 WIB

Terkini

Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5

Proses Syuting Selesai, The Lincoln Lawyer Siap Akhiri Kisah di Season 5

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:15 WIB

Syarat KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah? Begini Aturannya

Syarat KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah? Begini Aturannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:11 WIB

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

Bukan Orang Pidsus! Kejagung Pilih 9 Jaksa Eks KPK untuk Garap Kasus Febrie Adriansyah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:07 WIB

Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Ipul Bicara soal Aturan Main

Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Ipul Bicara soal Aturan Main

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:06 WIB

5 Tips Membuat Itinerary Liburan Hemat Budget untuk Backpacker

5 Tips Membuat Itinerary Liburan Hemat Budget untuk Backpacker

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:05 WIB

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Jatim | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:01 WIB

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Jabar | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:58 WIB

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

×