Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 Juni 2026 | 11:28 WIB
Blackout Sumatra Dinilai Ungkap Kelemahan Sistemik Kelistrikan, PLN Didesak Audit Menyeluruh
ilustrasi blackout Sumatra. (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal di delapan provinsi Sumatra pada 22-24 Mei 2026 disebabkan kegagalan sistem interkoneksi mengisolasi gangguan transmisi.
  • Ketidakstabilan frekuensi dan tegangan menyebabkan pembangkit listrik di Sumatra berhenti beroperasi secara berantai meski pasokan daya surplus.
  • Pakar merekomendasikan audit sistem proteksi, evaluasi respons generator, serta peningkatan teknologi pemantauan jaringan demi ketahanan kelistrikan nasional.

Suara.com - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan delapan provinsi di Sumatra pada 22-24 Mei 2026 dinilai mengungkap persoalan mendasar dalam sistem kelistrikan nasional.

Pakar Sistem Tenaga Listrik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rahmat Adiprasetya Al Hasibi, menilai insiden tersebut tidak bisa dijelaskan hanya dengan putusnya satu jalur transmisi di wilayah Jambi.

Menurut Rahmat, gangguan pada saluran transmisi 275 kV di Jambi hanya menjadi pemicu awal. Persoalan yang lebih serius adalah ketidakmampuan sistem interkoneksi Sumatra mengisolasi gangguan sejak awal sehingga berkembang menjadi gangguan berskala besar yang menjalar ke berbagai wilayah.

"Gangguan ini berkembang menjadi masalah sistemik. Ketika ada saluran transmisi yang putus, aliran daya harus berpindah secara mendadak. Akibatnya, sistem interkoneksi yang tadinya menyatu langsung terpecah menjadi pulau-pulau kecil (subsistem) yang terpisah," kata Rahmat, dikutip Senin (1/6/2026).

Dipaparkan Rahmat, terpecahnya sistem interkoneksi menyebabkan frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut memicu pembangkit listrik keluar dari jaringan secara otomatis (trip) untuk melindungi peralatan, sehingga memperluas dampak pemadaman.

Ia menyoroti kapasitas pembangkit listrik di Sumatra yang secara keseluruhan berada dalam kondisi surplus. Namun sistem tetap kolaps dalam waktu singkat setelah jaringan transmisi utama terganggu.

Menurutnya, fokus perencanaan selama ini terlalu menitikberatkan pada kecukupan pasokan total, bukan pada kemampuan masing-masing wilayah untuk bertahan ketika terpisah dari sistem utama.

"Secara keseluruhan, kapasitas pembangkit di Sumatra sebenarnya surplus. Namun, ketika sistem terpecah akibat gangguan transmisi, tidak semua wilayah memiliki cadangan listrik yang memadai untuk bertahan secara mandiri," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat sistem terpecah, sebagian wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik. Sementara wilayah lain justru kehilangan sumber pasokan utama.

baca juga

Kedua kondisi tersebut sama-sama berbahaya karena dapat memicu perubahan frekuensi yang ekstrem dan menyebabkan pembangkit keluar dari sistem secara berantai.

Selain itu, Rahmat mempertanyakan efektivitas jalur redundansi atau cadangan yang selama ini dimiliki jaringan transmisi Sumatra. Menurut dia, keberadaan dua hingga empat rangkaian transmisi tidak otomatis menjamin keandalan.

"Kalau dua atau empat rangkaian itu berada di satu koridor fisik yang sama, satu gangguan tunggal tetap berpotensi melumpuhkan seluruh rangkaian sekaligus," tuturnya.

Rahmat mendesak PT PLN untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem proteksi dan evaluasi respons frekuensi pada generator yang terhubung ke jaringan Sumatra.

Ia mengingatkan bahwa pernyataan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang tidak cukup tanpa evaluasi teknis yang terstruktur.

"Yang perlu dilakukan pertama dan paling mendesak adalah audit terhadap pengaturan sistem proteksi yang ada saat ini. Kemudian, evaluasi skema respons frekuensi pada setiap generator di jaringan Sumatra," tegasnya.

Dalam jangka menengah, ia mendorong PLN melakukan inspeksi menyeluruh terhadap jalur bebas transmisi (right of way) dan simulasi ulang berbagai skenario gangguan besar, terutama saat beban puncak.

Menurutnya, pemadaman yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB menunjukkan bahwa sistem sangat rentan ketika menghadapi gangguan pada periode konsumsi listrik tertinggi.

"Kita perlu mengetahui titik mana yang paling rentan apabila gangguan besar kembali terjadi saat beban puncak. Simulasi seperti ini harus dilakukan secara berkala, bukan hanya setelah terjadi insiden," ucapnya.

Untuk jangka panjang, Rahmat mendorong investasi pada teknologi pemantauan jaringan berbasis Wide Area Measuring System (WAMS), peningkatan porsi pembangkit yang fleksibel seperti PLTA dan PLTG, serta pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan nasional, terutama di tengah meningkatnya penggunaan energi terbarukan yang bersifat fluktuatif.

"Kalau penetrasi energi terbarukan semakin tinggi, variabilitas dalam sistem juga akan semakin besar. Karena itu, kita membutuhkan pembangkit yang fleksibel dan sistem penyimpanan energi yang memadai. Ini bukan lagi pilihan yang bisa terus ditunda," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:18 WIB

Monopoli Listrik Tapi Pelayanan Amburadul, Masih Pantaskah Dirut PLN Mempertahankan Jabatan?

Monopoli Listrik Tapi Pelayanan Amburadul, Masih Pantaskah Dirut PLN Mempertahankan Jabatan?

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:07 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

×