Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 Juni 2026 | 16:54 WIB
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)
baca 10 detik
  • Komunitas Kretek menolak tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 karena dianggap menyudutkan industri tembakau nasional secara sepihak.
  • Pihak industri menilai perokok anak disebabkan oleh lemahnya pengawasan pemerintah, bukan akibat kurangnya regulasi terhadap sektor tembakau.
  • Pelaku industri menggelar aksi Sebat Bareng di 16 daerah untuk menuntut perlindungan ekonomi bagi jutaan pekerja sektor tembakau.

Suara.com - Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2026 oleh World Health Organization (WHO) memicu reaksi keras dari pelaku industri tembakau domestik.

Tema besar "Unmasking the appeal - countering nicotine and tobacco addiction" dinilai terlalu menyederhanakan persoalan dengan menjadikan industri tembakau sebagai pihak yang terus-menerus disalahkan.

Komunitas Kretek dan Komite Nasional Kretek menilai narasi tersebut perlu dibaca secara lebih kritis, terutama dalam konteks Indonesia.

Juru Bicara Komunitas Kretek, Khoirul Atfifudin menilai kampanye global anti-tembakau mengabaikan realitas Indonesia yang memiliki jutaan petani tembakau dan cengkeh, buruh linting, hingga pedagang kecil yang bergantung pada sektor tersebut.

"Kalau masih ada pelanggaran di lapangan, maka yang harus diperkuat adalah pengawasan negara, bukan terus-menerus menjadikan kretek dan ekosistem IHT sebagai sasaran pukul," kata Khoirul, dikutip, Senin (1/6/2026).

Menurut Khoirul, industri hasil tembakau selama ini sudah menghadapi regulasi yang ketat. Mulai dari pembatasan iklan dan promosi, kewajiban pencantuman peringatan kesehatan bergambar, hingga aturan usia pembelian.

Oleh sebab itu, maraknya perokok anak lebih mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daripada kegagalan regulasi terhadap industri.

"Negara tidak bisa terus-menerus menambah tekanan kepada industri, sementara fungsi pengawasan di lapangan tidak dijalankan dengan serius," ujarnya.

Selain mengkritik kampanye anti-tembakau global, kelompok tersebut turut menyoroti apa yang mereka sebut sebagai kepentingan ekonomi di balik gerakan pengendalian tembakau.

baca juga

Mereka menilai produk pengganti nikotin berbasis farmasi justru mendapat ruang lebih besar ketika produk tembakau terus dibatasi.

"Publik seolah diajak keluar dari tembakau, tetapi tetap diarahkan kepada produk nikotin berbasis farmasi. Artinya, perdebatan ini tidak sesederhana soal kesehatan," ucapnya.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap narasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Komunitas Kretek, Komite Nasional Pelestarian Kretek, dan Rokok Indonesia menggelar kegiatan bertajuk "Sebat Bareng" secara serentak di 16 titik di berbagai daerah.

Kegiatan itu diklaim sebagai ruang diskusi sekaligus simbol dukungan terhadap kretek yang dianggap memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Juru Bicara Komite Nasional Pelestarian Kretek, Alfianaja Maulana, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar pemerintah tidak hanya hadir saat memungut cukai hasil tembakau.

Namun turut melindungi para pelaku usaha dan pekerja yang bergantung pada sektor tersebut.

"Sebat Bareng adalah cara kami merespons narasi global yang terlalu mudah menyudutkan tembakau dan kretek. Di Indonesia, kretek punya sejarah, punya akar budaya, dan menghidupi jutaan orang," ujar Alfianaja.

Kegiatan Sebat Bareng digelar di Temanggung, Magelang, Wonosobo, Semarang, Kudus, Rembang, Purbalingga, Sleman, Bandung, Garut, Nganjuk, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, dan Lombok.

Melalui kegiatan itu, mereka meminta pemerintah tidak menelan mentah-mentah kampanye global anti-tembakau dan mempertimbangkan dampaknya terhadap jutaan orang yang menggantungkan hidup pada industri hasil tembakau.

"Maka, yang dibutuhkan Indonesia hari ini adalah sikap yang adil. Pemerintah tidak perlu menelan mentah-mentah narasi global yang tidak memahami kehidupan rakyat tembakau di bawah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:53 WIB

Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi

Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:28 WIB

Para Vaper Sebut Produk Tembakau Alternatif Bukan Narkoba

Para Vaper Sebut Produk Tembakau Alternatif Bukan Narkoba

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:05 WIB

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Terkini

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Berapa Harga Somethinc Loose Powder? Tahan Minyak Sampai 16 Jam

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:31 WIB

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:28 WIB

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Parfum Apa yang Wanginya Paling Enak? Ini 5 Rekomendasi Produknya di Minimarket

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

Tiga Kali Jadi Tersangka KPK, Fahd A Rafiq Terancam Hukuman Maksimal sebagai Residivis

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:27 WIB

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Era Baru Energi Indonesia, MNK Rokan Jadi Pionir Proyek Pengembangan MNK di Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

8 Rekomendasi Helm Half Face Double Visor INK, KYT hingga MDS, Harga Mulai 300 Ribu

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 11:26 WIB

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

Bos Blueray Akui Setor Rp21 M untuk Djaka, KPK Tunggu Fakta Persidangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:23 WIB

VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun

VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 11:23 WIB

Berapa Harga Rice Cooker Digital Philips? Ini 3 Pilihan Termurah yang Awet dan Multifungsi

Berapa Harga Rice Cooker Digital Philips? Ini 3 Pilihan Termurah yang Awet dan Multifungsi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 11:20 WIB

×