- Festival Tabuh Bedug ke-35 sukses digelar di Alun-Alun Teluknaga, Tangerang, pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.
- Ribuan warga dari 13 desa berpartisipasi dalam karnaval budaya dan penampilan seni untuk merayakan tradisi lokal.
- Pemerintah daerah dan swasta mendukung festival ini sebagai upaya melestarikan budaya serta mempererat kebersamaan seluruh masyarakat.
Suara.com - Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, berlangsung meriah di Alun-Alun Teluknaga, Sabtu (30/5/2026) malam.
Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan peserta tabuh bedug dan karnaval budaya yang menjadi tradisi masyarakat pesisir utara Tangerang.
Perhelatan budaya tahunan tersebut kembali menjadi magnet bagi masyarakat.
Selain mempertahankan tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun, festival juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga dari berbagai desa di Kecamatan Teluknaga.
Kesuksesan acara ini didukung berbagai pihak, termasuk Agung Sedayu Group yang turut berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan festival.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Gubernur Banten Andra Soni yang hadir bersama istrinya, Tinawati Andra Soni, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara.
Menurutnya, Festival Tabuh Bedug Teluknaga merupakan kegiatan budaya yang luar biasa dan layak mendapat perhatian lebih luas.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya sangat bangga dan merasa terhormat bisa hadir bersama-sama dengan masyarakat Teluknaga,” ujar Andra Soni.
Ia menilai kekompakan warga menjadi faktor utama yang membuat festival tersebut terus bertahan hingga memasuki penyelenggaraan ke-35. Menurutnya, masyarakat mampu menjaga tradisi sekaligus mengemasnya menjadi tontonan budaya yang menarik.
“Atas kekompakan dan bimbingan pak bupati, pak camat, dan seluruh Forkopimcam, hari ini tumpah ruah mengikuti kegiatan Festival Tabuh Bedug yang ke-35,” katanya.
Andra bahkan berharap festival tersebut dapat berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional.
Ia optimistis potensi yang dimiliki Teluknaga mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini keren dan luar biasa. Saya mendoakan acara ini sukses dan bisa berlanjut tahun depan dan mudah-mudahan bisa masuk ke event nasional,” tegasnya.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid juga memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi tabuh bedug.
Ia menyebut festival tersebut sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Tangerang.
“Festival Tabuh Bedug tingkat Kecamatan Teluknaga ini menjadi salah satu kebanggaan, salah satu warisan budaya yang senantiasa terus diabadikan dan dijalankan setiap tahun,” ujar Maesyal.
Menurutnya, festival bukan sekadar perlombaan, tetapi juga simbol gotong royong dan persatuan masyarakat.
Nilai-nilai itulah yang membuat tradisi ini tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Ini tidak hanya kebanggaan masyarakat Teluknaga dan Kabupaten Tangerang semata, tapi merupakan wujud pelestarian warisan budaya, kekompakan, dan kegotongroyongan untuk kemajuan bersama,” katanya.
Maesyal berharap festival tersebut terus berkembang sehingga dapat dikenal lebih luas hingga tingkat provinsi dan nasional.
Ia menilai budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata dan identitas daerah.
Sementara itu, Camat Teluknaga Kurnia mengungkapkan bahwa Festival Tabuh Bedug merupakan agenda khas yang selalu dinantikan masyarakat.
Tahun ini, rangkaian kegiatan melibatkan peserta dari 13 desa yang turut memeriahkan karnaval budaya.
“Kegiatan karnaval budaya tabuh bedug yang sudah kita laksanakan tadi siang hari, peserta dari 13 desa hadir, ada 1.000 kendaraan roda dua dan kurang lebih 200 kendaraan roda empat,” kata Kurnia.
Pada malam puncak festival, sebanyak 16 peserta tampil menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaik mereka di hadapan ribuan penonton yang memenuhi alun-alun.
Penampilan para peserta menjadi daya tarik utama yang disambut antusias masyarakat.
Festival Tabuh Bedug Teluknaga kembali membuktikan bahwa tradisi lokal dapat terus bertahan dan berkembang melalui dukungan bersama.
Peran masyarakat, pemerintah daerah, serta dukungan dari pihak swasta seperti Agung Sedayu Group menjadi elemen penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya pesisir Tangerang.
Bagi warga Teluknaga, tabuh bedug bukan sekadar pertunjukan seni. Tradisi itu telah menjadi simbol identitas, kebersamaan, dan kebanggaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.