Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Suara.com/Lilis Varwaty)
baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan menyatakan risiko penularan Ebola di Indonesia tergolong rendah karena penyakit tersebut menyebar melalui kontak cairan tubuh.
  • Pemerintah tetap meningkatkan pengawasan ketat bagi pelaku perjalanan yang datang dari negara terdampak wabah, khususnya Republik Demokratik Kongo.
  • WHO menetapkan wabah Ebola di Afrika sebagai kedaruratan internasional, namun menegaskan risiko penyebaran global masih dalam kategori rendah.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan risiko penularan Ebola di Indonesia tergolong rendah meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah penyakit tersebut di Afrika sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menurut Budi, karakteristik penularan Ebola berbeda dengan Covid-19 yang dapat menyebar melalui udara sehingga lebih mudah menular antarindividu.

"Ebola teman-teman mesti tahu dia penularannya melalui cairan. Jadi tidak semudah Covid penularannya," kata Budi kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Budi menjelaskan bahwa WHO juga telah menyampaikan bahwa risiko penyebaran wabah tersebut terutama berada di negara-negara yang terdampak langsung, sementara risiko bagi negara lain relatif rendah.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah terdampak, khususnya Republik Demokratik Kongo yang menjadi pusat penyebaran wabah.

"Yang perlu kita jaga adalah kalau ada orang dari Kongo yang masuk, itu saja yang kita jaga," kata Budi.

Ia menilai posisi Indonesia juga membuat risiko masuknya Ebola lebih rendah dibandingkan negara-negara yang menjadi pusat lalu lintas internasional atau hub penerbangan global.

"Kita bukan negara hub kan. Ada beberapa seperti Dubai, Singapura itu negara-negara yang traffic-nya banyak dari dunia. Nah, itu lebih berisiko. Tapi untuk Indonesia sendiri karena transmisinya itu melalui cairan, oleh WHO dibilang risikonya rendah," ujarnya.

Karena itu, Budi meminta masyarakat tidak panik menyikapi perkembangan wabah Ebola yang saat ini menjadi perhatian dunia.

baca juga

Sebelumnya, WHO menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Penetapan tersebut dilakukan setelah ditemukan peningkatan kasus dan kematian di wilayah Afrika Timur.

WHO menilai risiko penyebaran penyakit tersebut sangat tinggi di wilayah terdampak dan tinggi di tingkat regional. Namun, risiko pada level global masih dikategorikan rendah karena pola penularannya yang membutuhkan kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh penderita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

Ebola Makin Gila! Uganda Blokade Perbatasan Kongo, Abaikan WHO

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:04 WIB

Terkini

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:56 WIB

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB

Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka

Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:52 WIB

BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100

BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:50 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, 4 Orang Tewas

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, 4 Orang Tewas

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:49 WIB

Askrindo Perluas Proteksi Pengusaha, Siap Dukung Proyek Hilirisasi

Askrindo Perluas Proteksi Pengusaha, Siap Dukung Proyek Hilirisasi

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:49 WIB

Ketika Biaya Pendidikan Memicu Ledakan Emosi Orang Tua Siswa

Ketika Biaya Pendidikan Memicu Ledakan Emosi Orang Tua Siswa

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:43 WIB

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:42 WIB

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

×