Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Bangun Santoso

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB
Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]
baca 10 detik
  • Seorang janda berinisial RS melaporkan kerabatnya, NS, atas dugaan penganiayaan di Kabupaten Labuhanbatu pada April 2026 lalu.
  • Korban mengalami luka fisik setelah dijambak dan dicakar oleh terlapor saat mencoba memperbaiki hubungan keluarga di rumahnya.
  • Kuasa hukum korban mengkritik Polres Labuhanbatu karena penanganan kasus penganiayaan tersebut berjalan lambat dan terkesan mandek hingga kini.

Sebelum menempuh jalur hukum, pihak korban sebenarnya telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Daniel mengaku telah mengirimkan surat kepada NS untuk melihat apakah ada itikad baik dari pihak terlapor untuk meminta maaf atas tindakannya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Sebelum kami membuat LP, terlebih dahulu kami menyurati terlapor NS agar kami tahu apakah NS memiliki itikad baik untuk meminta maaf. Namun ternyata terlapor NS tidak menanggapi surat tersebut. Artinya, ini orang memiliki itikad tidak baik, dan surat itu sudah kami lampirkan pada saat membuat LP untuk menambah alat bukti selain bukti foto dan saksi-saksi yang kami hadirkan untuk diperiksa oleh penyidik," terang Daniel.

Kekecewaan Daniel memuncak pada desakan agar Kapolres Labuhanbatu turun tangan langsung memantau kinerja bawahannya.

Ia menekankan bahwa masyarakat yang tidak berdaya secara ekonomi dan sosial seharusnya mendapatkan prioritas keadilan agar marwah institusi kepolisian tetap terjaga di mata publik.

"Bapak Kapolres, warga yang miskin dan yang tidak berdaya ini, mau mencari keadilan di wilayah tugas hukum bapak. Berempatilah, bernuranilah supaya jelas apa yang dimaksud dengan presisi itu. kemana lagi warga mengadu kalau tidak ke kepolisian. Hukum itu bukan bicara pasal per pasal, tapi bicara keadilan, karena ketika keadilan itu tidak tercapai, maka moralitas itu pun tidak terpenuhi," tambah dia.

Daniel juga menyinggung mengenai pembaruan hukum nasional melalui KUHP dan KUHAP yang baru.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera beradaptasi dengan semangat hukum modern yang lebih mengedepankan keadilan substantif daripada sekadar administratif kolonial.

Ia juga mengkritik fenomena sosial di mana kasus hukum seringkali baru ditangani dengan cepat setelah menjadi viral di media sosial.

baca juga

"Supaya sesuai dengan apa yang diucapkan DPR RI Komisi III, Wakil Menteri Hukum dan harapan masyarakat. Jangan apa-apa tunggu viral dulu baru gesit menangani. Kasihan perkara yang nggak viral itu, ini negara hukum bukan negara layar," kata Daniel.

Terkait keluhan ini, Suara.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Labuhanbatu. Melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan, upaya klarifikasi telah dilakukan melalui pesan singkat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan belum mendapatkan balasan resmi.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berdasarkan keterangan Daniel Hutasoit, peristiwa yang menimpa RS terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di Jalan Dusun Kampung Selamat, Kampung Padang, Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu. Insiden ini bermula dari konflik keluarga, mengingat RS dan NS memiliki hubungan sebagai besan.

Pada hari kejadian, RS berniat baik dengan mendatangi rumah NS bersama dua orang kerabatnya.

Tujuan kedatangan RS adalah untuk memperbaiki hubungan keluarga anak-anak mereka yang telah terikat dalam pernikahan.

Di rumah tersebut, mereka sempat duduk bersama suami terlapor dan Kepala Dusun (Kadus) setempat bernama Ranap Hutagalung untuk membicarakan permasalahan yang ada.

Namun, suasana kekeluargaan tersebut berubah menjadi mencekam secara tiba-tiba. Saat pembicaraan sedang berlangsung, NS mendadak berlari dari dalam rumah menuju arah RS.

Tanpa peringatan, NS diduga langsung menjambak rambut RS dengan keras hingga korban terjatuh ke lantai.

Tidak berhenti di situ, kening RS juga tercakar oleh kuku terlapor dalam aksi serangan tersebut.

Akibat serangan mendadak itu, RS dilaporkan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian sebelum akhirnya dilerai oleh para saksi yang hadir.

Setelah sadar, korban dibawa pulang oleh kerabatnya untuk mendapatkan pengobatan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RS mengalami luka gores pada bagian dahi dan kening, serta mengeluhkan rasa sakit yang hebat di bagian kepala.

Hal inilah yang kemudian mendasari RS untuk mencari keadilan dengan melaporkan NS ke Polsek Bilah Hilir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:20 WIB

Tragedi Berdarah di Blok M, WNA MHF Tewas Usai Dihajar Pria Misterius

Tragedi Berdarah di Blok M, WNA MHF Tewas Usai Dihajar Pria Misterius

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:45 WIB

Geger Anggota TNI Rusak Warung di Kemayoran, Ternyata Ini Pemicu di Baliknya

Geger Anggota TNI Rusak Warung di Kemayoran, Ternyata Ini Pemicu di Baliknya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:16 WIB

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali

News | Kamis, 30 April 2026 | 06:56 WIB

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×