Bukan Cuma Satu, Ini Bocoran Calon Tersangka Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 02 Juni 2026 | 14:40 WIB
Bukan Cuma Satu, Ini Bocoran Calon Tersangka Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Polda DIY sedang menyelidiki kasus pembubaran ibadah Gereja Misi Sejahtera di Bantul yang terjadi pada 24 Mei 2026.
  • Penyidik telah memeriksa 16 saksi serta menganalisis rekaman CCTV untuk memetakan peran pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
  • Polisi berpotensi menetapkan lebih dari satu tersangka dengan menerapkan pasal penyertaan tindak pidana untuk mengusut kasus ini tuntas.

Suara.com - Polda DIY mengungkap kemungkinan tersangka dalam kasus dugaan pembubaran kegiatan ibadah Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Bantul tidak hanya satu orang.

Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa yang terjadi pada 24 Mei 2026 tersebut.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan perkara tersebut telah memasuki tahap penyidikan pada Jumat (29/5/2026) kemarin.

Penyidik saat ini terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengurai secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi. Total sudah ada 16 saksi yang diperiksa atas peristiwa tersebut.

Ihsan mengatakan fokus penyidik saat ini adalah memetakan peran masing-masing pihak yang terlibat.

Selain keterangan saksi, rekaman CCTV juga menjadi salah satu alat bukti yang sedang dianalisis untuk menentukan konstruksi perkara.

"Kita akan mengurai secara utuh rangkaian peristiwanya seperti apa sehingga bisa menetapkan peran-perannya seperti apa nih dari tersangka yang akan kita tersangkakan," kata Ihsan saat ditemui di Mapolda DIY, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik melihat adanya kemungkinan lebih dari satu orang yang nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini masih berproses, makanya kita mau memeriksa secara utuh bagaimana peristiwanya, kemudian dari hasil CCTV juga akan kita kumpulkan untuk menentukan peran-peran tersangka ini nantinya seperti apa karena pastinya akan lebih dari satu orang ya tersangkanya," tuturnya.

baca juga

Selain dugaan tindak pidana berupa gangguan terhadap kegiatan ibadah, penyidik juga mendalami kemungkinan penerapan pasal mengenai penyertaan dalam tindak pidana.

Langkah tersebut dilakukan karena polisi menilai peristiwa yang terjadi melibatkan lebih dari satu pihak sehingga perlu dipetakan peran masing-masing secara rinci.

"Karena kita juga sudah mempersangkakan juga dugaan persangkaannya juga terkait Pasal 20 KUHP ya, yakni penyertaan dalam tindak pidana," ungkapnya.

Gedung Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di kawasan Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
Gedung Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul di kawasan Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Hiskia]

Ihsan menuturkan 16 saksi yang telah diperiksa merupakan orang-orang yang berada di lokasi saat kejadian.

Keterangan mereka saat ini masih dianalisis untuk menentukan siapa saja yang diduga memiliki keterlibatan langsung dalam peristiwa tersebut.

"Ini masih dipetakan oleh penyidik peran-perannya ya. Masih kita bagi ini bagiannya sebagai apa, sebagai apa, perannya seperti apa," tandasnya.

Polda DIY memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh rangkaian peristiwa terungkap. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara tersebut.

Dalam kesempatan ini, Ihsan sekaligus memberikan peringatan agar tidak ada lagi tindakan intimidasi maupun aksi sepihak yang mengganggu ketertiban umum dan pelaksanaan ibadah di kemudian hari.

"Intinya kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan kami berharap ini yang terakhir ya. Ini yang terakhir dan ini juga alarm bagi yang lain, jangan coba-coba untuk melakukan tindakan-tindakan intimidasi atau aksi sepihak yang mengganggu ketertiban umum ataupun mengganggu jalannya kegiatan peribadatan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:36 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:35 WIB

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:30 WIB

GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak

GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×