- Kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan X, Sleman, telah terjadi sebanyak 81 kali di lokasi yang semakin meluas.
- Tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta sedang meneliti dugaan adanya migrasi gas metana dari bawah permukaan tanah.
- BPBD Sleman menyediakan alat pemadam api ringan serta melakukan penjagaan ketat bersama warga guna mencegah bahaya.
"Besok tim Geofisika UPN Veteran pagi akan bekerja untuk memetakan lapisan batuan di bawah yang diduga kuat membawa gas metan," tambahnya.
Ia mengungkapkan dugaan tersebut berangkat dari temuan singkapan batuan berjarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah Agus.
Di lokasi itu, tim menemukan batu lanau berwarna gelap yang diduga mengandung karbon organik, material yang berpotensi menjadi sumber pembentukan gas metana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, meminta masyarakat tetap waspada sembari menunggu hasil penelitian dari para ahli.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi.
"Teman-teman dari Damkar sudah menitipkan ada empat atau lima tabung APAR di sini untuk kedaruratan saat memang terjadi kebakaran yang mendadak tadi," ujar Bambang.
Selain itu, warga, relawan, linmas, dan petugas terkait juga melakukan penjagaan bergiliran untuk memastikan kebakaran yang muncul mendadak dapat segera ditangani sebelum meluas.