Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:23 WIB
Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari
Pemilik rumah, Agus, menunjukkan barang-barang yang sempat terbakar api misterius, Selasa (2/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan X, Sleman, telah terjadi sebanyak 81 kali di lokasi yang semakin meluas.
  • Tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta sedang meneliti dugaan adanya migrasi gas metana dari bawah permukaan tanah.
  • BPBD Sleman menyediakan alat pemadam api ringan serta melakukan penjagaan ketat bersama warga guna mencegah bahaya.

Suara.com - Teror kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dilaporkan mulai meluas ke area di luar rumah dan bahkan menyasar lingkungan sekitar.

Pemilik rumah, Agus, membenarkan bahwa kemunculan api kini tidak lagi terbatas di dalam rumah. Ia menyebut kebakaran telah muncul di area belakang sisi utara rumahnya.

"Untuk merembetnya itu sudah merembet ke ke sebelah," kata Agus ditemui Selasa (2/6/2026) malam.

Disampaikan Agus, salah satu kejadian terbaru melibatkan tumpukan kayu yang tiba-tiba terbakar berlangsung pada Senin (1/6/2026) kemarin.

Jika api di dalam rumah menyala di bahan-bahan mudah terbakar seperti kain. Ketika di luar ruangan, api itu menyala di sebuah kayu.

"Yang mana untuk medianya bukan kaos, bukan kain, tapi dia kayu, kayu. Kayu terbakar," ujarnya.

Sebelum kejadian itu, warga lain sempat menemukan tripleks yang terbakar tanpa diketahui pasti penyebab awalnya.

Hingga Selasa (2/6/2026), Agus mencatat total kejadian kebakaran telah mencapai 81 kali di lebih dari 65 titik. Kemunculan api masih terjadi secara acak baik dari sisi waktu maupun lokasi, termasuk di ruangan-ruangan yang sebelumnya tidak pernah menjadi titik kebakaran.

"81 kali, waktunya acak tempatnya berbeda-beda," imbuhnya.

baca juga

UPN Telusuri Permukaan Tanah

Kondisi tersebut mendorong tim peneliti dari UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan geofisika untuk menelusuri dugaan jalur gas di bawah permukaan tanah.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmad, menuturkan bahwa perluasan area kebakaran hingga objek yang terbakar di luar rumah memperkuat dugaan adanya gas yang keluar dari bawah permukaan tanah lalu menyebar ke area sekitar.

"Yang unik bakarnya itu enggak di dalam rumah, yang kebakaran itu adalah bahan tripleks di luar rumah," ujar Basuki.

Basuki bilang timnya masih menduga kuat keberadaan gas metana sebagai salah satu faktor yang terlibat dalam fenomena tersebut.

Untuk memastikan sumber dan jalur penyebarannya, tim geofisika UPN dijadwalkan melakukan survei bawah permukaan guna memetakan lapisan batuan yang diduga menjadi media migrasi gas.

"Besok tim Geofisika UPN Veteran pagi akan bekerja untuk memetakan lapisan batuan di bawah yang diduga kuat membawa gas metan," tambahnya.

Ia mengungkapkan dugaan tersebut berangkat dari temuan singkapan batuan berjarak sekitar 300 meter dari lokasi rumah Agus.

Di lokasi itu, tim menemukan batu lanau berwarna gelap yang diduga mengandung karbon organik, material yang berpotensi menjadi sumber pembentukan gas metana.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, meminta masyarakat tetap waspada sembari menunggu hasil penelitian dari para ahli.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama pemangku kepentingan lainnya telah menyiapkan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi.

"Teman-teman dari Damkar sudah menitipkan ada empat atau lima tabung APAR di sini untuk kedaruratan saat memang terjadi kebakaran yang mendadak tadi," ujar Bambang.

Selain itu, warga, relawan, linmas, dan petugas terkait juga melakukan penjagaan bergiliran untuk memastikan kebakaran yang muncul mendadak dapat segera ditangani sebelum meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yang tersisa Usai Kebakaran Hebat di Kemayoran Gempol

Yang tersisa Usai Kebakaran Hebat di Kemayoran Gempol

Foto | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:00 WIB

Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol

Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:09 WIB

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:38 WIB

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes

Kebakaran Kebon Kosong: 3 Warga Terluka, Suparno Dirujuk ke RSCM usai Rumah Ludes

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:13 WIB

Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi

Rumah Ludes Dalam Sekejap, 620 Warga Korban Kebakaran Kebon Kosong Mengungsi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat

Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran: 250 Rumah Hangus, Ratusan Warga Kini Mengungsi di Tenda Darurat

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:32 WIB

Terkini

Bye Kemerahan dan Kulit Kering! 4 Serum Probiotic Kunci Skin Barrier Sehat

Bye Kemerahan dan Kulit Kering! 4 Serum Probiotic Kunci Skin Barrier Sehat

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:05 WIB

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032

Samsung Galaxy A27 5G Resmi Hadir, HP Rp5 Jutaan Ini Punya AI Premium dan Update hingga 2032

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:53 WIB

Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik

Ketua Komjak RI: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Pembawa Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:49 WIB

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:48 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:35 WIB

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:30 WIB

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:29 WIB

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:21 WIB

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:17 WIB

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:09 WIB

×