Peringatan Keras untuk Pemerintah! MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Masih Dikepung Makanan Tak Sehat

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:44 WIB
Peringatan Keras untuk Pemerintah! MBG Bisa Sia-sia Jika Anak Masih Dikepung Makanan Tak Sehat
Presiden Prabowo Subianto menikmati hidangan MBG bersama siswa di kelas, Selasa (2/6/2026). (Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • KPAI menyatakan program Makan Bergizi Gratis tidak efektif jika pemerintah mengabaikan peredaran makanan tidak sehat bagi anak-anak.
  • Komite Hak Anak PBB menyoroti tingginya angka obesitas, wasting, serta kesenjangan layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
  • Pemerintah didorong mengintegrasikan edukasi gizi dan pengendalian konsumsi makanan tidak sehat sebagai upaya nyata memperbaiki kesehatan anak.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan otomatis menyelesaikan persoalan gizi anak jika pemerintah hanya berfokus pada distribusi makanan tanpa membenahi lingkungan pangan yang dihadapi anak setiap hari.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menilai upaya negara memperbaiki status gizi anak melalui MBG berpotensi kehilangan efektivitas apabila konsumsi makanan tidak sehat, makanan ultra-olahan, hingga produk adiktif masih terus menyasar anak-anak dan remaja tanpa pengawasan yang memadai.

"Jangan sampai di satu sisi negara memperbaiki gizi melalui MBG, tetapi di sisi lain lingkungan pangan justru dipenuhi industri yang mempromosikan konsumsi tidak sehat bagi anak," kata Jasra dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Peringatan tersebut muncul di tengah evaluasi pelaksanaan MBG menyusul pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut KPAI, masalah gizi anak jauh lebih kompleks daripada sekadar menyediakan makanan bergizi di sekolah.

Faktor lain seperti pola konsumsi sehari-hari, masifnya promosi makanan olahan, hingga rendahnya edukasi gizi keluarga turut memengaruhi kualitas kesehatan anak.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra. (Foto dok. KPAI)
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra. (Foto dok. KPAI)

Jasra mengungkapkan bahwa perhatian terhadap persoalan tersebut juga datang dari Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam catatannya, komite tersebut menyoroti berbagai tantangan kesehatan anak di Indonesia, mulai dari kesenjangan layanan kesehatan di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, tingginya angka wasting di Indonesia Timur, hingga meningkatnya obesitas pada anak usia sekolah.

"Komite PBB menyoroti pentingnya perluasan layanan kesehatan ibu dan anak di daerah terpencil, penanganan wasting di wilayah Indonesia Timur, promosi pola makan sehat bagi bayi dan anak, hingga pengendalian meningkatnya obesitas pada anak usia sekolah akibat konsumsi makanan olahan dan ultra-olahan," tuturnya.

baca juga

Bagi KPAI, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa program gizi nasional tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan.

Program harus dibarengi upaya membangun perilaku hidup sehat dan pengendalian berbagai faktor risiko yang mengancam kesehatan anak.

KPAI juga mencatat persoalan kesehatan anak masih menjadi salah satu laporan terbanyak yang diterima lembaga tersebut.

Kasus stunting masih mendominasi aduan dalam klaster kesehatan, disusul persoalan gizi buruk, konsumsi makanan tidak sehat, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan.

Karena itu, KPAI meminta pemerintah menjadikan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai momentum untuk mengembalikan MBG pada tujuan utamanya sebagai program kesehatan masyarakat yang terintegrasi.

Selain memperkuat keamanan pangan, pemerintah juga didorong memperluas edukasi gizi keluarga, menekan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, serta membangun komunikasi berbasis komunitas untuk mencegah stunting sejak dini.

Menurut Jasra, pendekatan tersebut jauh lebih sesuai dengan semangat awal MBG sebagai instrumen peningkatan kualitas kesehatan anak Indonesia, bukan sekadar program pembagian makanan dalam skala besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total

KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:04 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:46 WIB

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 22:42 WIB

Terkini

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:45 WIB

×