- Donald Trump menegur Benjamin Netanyahu karena frustrasi atas eskalasi konflik militer Israel dengan Lebanon yang sedang berlangsung.
- Konflik Israel dan Hizbullah berpotensi menghambat negosiasi Amerika Serikat terkait stabilitas energi dan pencegahan senjata nuklir Iran.
- Trump tetap optimistis bahwa negosiasi energi serta nuklir akan segera tercapai meski terjadi ketegangan hubungan diplomatik tersebut.
Jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global dan sempat terganggu akibat konflik.
Trump mengakui proses negosiasi tidak berjalan mulus. Namun ia menegaskan tidak terburu-buru dan percaya situasi akan segera terkendali.
“Saya pikir ini akan terselesaikan cukup cepat,” katanya.
Pernyataan keras Trump terhadap Netanyahu sebelumnya memicu reaksi publik, termasuk dari kalangan pro-Israel di Amerika.
Namun Gedung Putih tetap menampilkan sikap optimistis terhadap arah hubungan diplomatik ke depan.