Mayoritas Keluarga Penerima MBG Tinggal dengan Perokok, Kemenkes Khawatir Manfaat Program Tergerus

Vania Rossa

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:58 WIB
Mayoritas Keluarga Penerima MBG Tinggal dengan Perokok, Kemenkes Khawatir Manfaat Program Tergerus
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. [Suara.com/Dini Afrianti]
baca 10 detik
  • Studi PKJS Universitas Indonesia mengungkap 68 persen rumah tangga penerima program MBG memiliki anggota keluarga yang merokok.
  • Kementerian Kesehatan khawatir paparan asap rokok di rumah akan menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
  • Pemerintah perlu mengintegrasikan edukasi kesehatan dan pengendalian konsumsi rokok agar efektivitas program MBG dapat tercapai secara maksimal.

Suara.com - Temuan bahwa mayoritas keluarga penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih hidup dalam lingkungan perokok memicu kekhawatiran pemerintah. Kementerian Kesehatan menilai kondisi tersebut berpotensi menggerus manfaat program unggulan Presiden yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam diskusi hasil studi Pusat Kajian Jaminan Sosial (PKJS) Universitas Indonesia di Oakwood Suites, Jakarta, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa sebanyak 68 persen rumah tangga penerima MBG memiliki anggota keluarga yang merokok.

"Sangat menyedihkan ya bahwa dari survei di 512 rumah tangga baik urban dan rural ini ternyata 68 persennya itu ada orang yang merokok di rumahnya," kata Nadia, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nadia, tingginya angka perokok di lingkungan keluarga penerima MBG menunjukkan masih rendahnya kesadaran untuk melindungi anak dari paparan asap rokok.

"Tidak ada kesadaran di rumah tangga itu tentang pemahaman bagaimana melindungi anak ataupun enggak usah anak ya, enggak usah istri, anak aja enggak dijagain gitu ya." 

Nadia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius karena tujuan utama MBG bukan sekadar menyediakan makanan bagi anak-anak, melainkan menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

"Programnya Presiden itu adalah MBG. Jadi MBG itu harus sukses. Harus sukses at the end bukan hanya sampai makanannya tapi karena cita-citanya Pak Presiden itu adalah meningkatkan kualitas SDM," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tingginya prevalensi perokok juga berpotensi menimbulkan beban kesehatan yang besar di masa depan. Menurutnya, peningkatan jumlah perokok usia muda menjadi alarm bagi pemerintah.

"Dulu 14 tahun sekarang 10 tahun. Kedua jumlah orang yang merokok itu juga masih terus bertambah," kata Nadia.
Ia bahkan mengkhawatirkan dampaknya terhadap pembiayaan kesehatan nasional dalam beberapa dekade mendatang.

baca juga

"Kita bisa bayangin nih Bapak Ibu sekalian ya gimana kualitas kita. Kedua apa yang akan kita panen dalam 30 tahun ke depan? Mungkin BPJS sudah pasti jebol karena faktor risiko merokok itu kan adalah faktor risiko untuk penyakit-penyakit jantung, stroke, ginjal, bahkan kanker," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Dasar dan Rujukan Kemenko PMK, Nani Rohani, mengatakan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan keluarga.

"Sebagian besar anak penerima MBG tinggal dalam rumah tangga yang memiliki anggota perokok. Tujuh dari sepuluh rumah tangga," kata Nani.

Ia menilai program peningkatan gizi perlu dibarengi dengan edukasi kesehatan keluarga dan pengendalian konsumsi rokok.

"Investasi negara melalui program MBG ini akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila didukung dengan lingkungan keluarga yang sehat."

Nani juga mendorong agar edukasi perilaku hidup sehat diintegrasikan ke dalam program MBG, termasuk kampanye rumah tangga bebas asap rokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hitung-hitungan Dapur yang Rusak Akibat Isu Dugaan Korupsi Proyek MBG

Hitung-hitungan Dapur yang Rusak Akibat Isu Dugaan Korupsi Proyek MBG

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:50 WIB

Proyek MBG Ditilep Kroni, Sebuah Pelajaran Berharga Mengenai Logika Culas

Proyek MBG Ditilep Kroni, Sebuah Pelajaran Berharga Mengenai Logika Culas

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:49 WIB

Ketika Makanan Anak Sekolah Jadi Ladang Rente, Sebuah Refleksi Dugaan Korupsi MBG

Ketika Makanan Anak Sekolah Jadi Ladang Rente, Sebuah Refleksi Dugaan Korupsi MBG

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:43 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×