Akademisi Peringatkan Kudeta Gaya Baru, Soroti Masifnya Peran Militer di Sektor Sipil

Galih Prasetyo

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:00 WIB
Akademisi Peringatkan Kudeta Gaya Baru, Soroti Masifnya Peran Militer di Sektor Sipil
Dosen Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru melalui infiltrasi militer ke ruang sipil Indonesia. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Dosen Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru melalui infiltrasi militer ke ruang sipil Indonesia.
  • Keterlibatan militer dalam sektor pangan dan pembangunan dinilai mendistorsi tata kelola serta mengabaikan penguatan kapasitas profesional sipil.
  • Peningkatan peran militer di institusi sipil berisiko melemahkan supremasi sipil dan mengganggu keseimbangan kekuasaan dalam tata negara demokrasi.

Suara.com - Dosen Hukum Bisnis Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, memperingatkan potensi kudeta gaya baru seiring meluasnya peran militer di ruang sipil.

Reza menilai gejala ini terlihat dari pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) hingga keterlibatan tentara dalam sektor pangan dan pembangunan.

Peringatan tersebut disampaikan dalam diskusi publik di Jakarta yang membahas arah kebijakan pertahanan nasional.

Menurut Reza, situasi ini menunjukkan adanya distorsi dalam tata kelola negara, di mana militer tidak lagi terbatas pada fungsi pertahanan.

“Publik berharap ada supremasi sipil yang kuat. Tapi yang terjadi sekarang justru ruang-ruang sipil pelan-pelan diambil alih militer,” ujarnya.

Reza menilai kondisi ini berpotensi menghidupkan kembali pola lama seperti dwifungsi ABRI.

Reza juga menyoroti rencana penambahan puluhan ribu personel militer serta pembangunan batalyon baru dalam beberapa tahun ke depan.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengambil alih peran sektor sipil yang selama ini ditangani kementerian teknis.

“Negara seperti terlihat malas membangun kapasitas sipil. Padahal kita dijanjikan jutaan lapangan kerja, tapi justru rekrutmen militer yang diperluas,” katanya.

baca juga

Reza mempertanyakan efektivitas anggaran besar yang digelontorkan untuk fungsi yang dinilai tumpang tindih.

Menurutnya, sektor seperti pertanian, kesehatan, dan pembangunan seharusnya diperkuat melalui tenaga profesional sipil, bukan pendekatan militer.

Dalam forum itu, Reza juga menyinggung dugaan kasus korupsi di lembaga sipil yang melibatkan eks personel militer.

Reza menegaskan latar belakang militer tidak otomatis menjamin tata kelola yang transparan.

“Tidak ada jaminan bahwa mereka yang berasal dari militer otomatis punya transparansi yang baik saat mengelola anggaran sipil,” ujarnya.

Ia turut membandingkan dengan tren global di sejumlah negara yang mengalami penguatan militer dalam politik.

Menurutnya, pola yang muncul kini bukan lagi kudeta terbuka, melainkan infiltrasi bertahap ke institusi sipil.

“Strateginya sekarang bukan kudeta dengan tank di jalan. Militer masuk perlahan melalui regulasi dan posisi strategis,” kata Reza.

Ia mengingatkan, tekanan ekonomi dan meningkatnya pengangguran dapat memperbesar risiko terhadap demokrasi jika ruang sipil terus menyempit.

Reza menilai kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan kekuasaan dalam negara.

Selain itu, ia mengkritik arah pembangunan pertahanan yang dinilai menjauh dari modernisasi alat utama sistem persenjataan.

Menurutnya, fokus militer seharusnya pada penguatan teknologi dan kapasitas pertahanan, bukan urusan sektor sipil.

“Kalau semua persoalan diselesaikan dengan tentara, sekalian saja negara ini dijadikan negara militer,” ujarnya.

Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah akademisi dan pegiat masyarakat sipil.

Forum ini menjadi ruang kritik terhadap arah kebijakan pemerintah di tengah kekhawatiran meningkatnya peran militer dalam kehidupan sipil Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat

Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:27 WIB

Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha

Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:03 WIB

Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Polda Metro Jaya Tarik Berkas dari Puspom TNI

Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Polda Metro Jaya Tarik Berkas dari Puspom TNI

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:11 WIB

5 Anggota SEVENTEEN Umumkan Jadwal Wamil, OT13 Ditargetkan Kembali 2028

5 Anggota SEVENTEEN Umumkan Jadwal Wamil, OT13 Ditargetkan Kembali 2028

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:20 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×