Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB
Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan
Ilustrasi bencana alam [ANTARA/Ahmad Fikri.]
baca 10 detik
  • Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) hulu-hilir jadi solusi strategis tekan risiko bencana hidrometeorologi.
  • Program RHL berperan ganda menopang ketahanan air, pangan, dan mendukung hilirisasi bioenergi industri.
  • Sinergi konkret antara pemerintah, akademisi UGM, dan industri sangat esensial mewujudkan ketahanan iklim.

Suara.com - Menyambut Hari Lingkungan Hidup 2026, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Health, Safety, and Environment (HSE) resmi membuka sebuah Seminar Nasional berskala besar pada hari ini, Kamis (4/6/2026), di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM.

Mengusung tema "Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors", acara ini menjadi ruang intelektual yang sangat strategis karena mempertemukan tiga pilar utama: pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.

Dalam sambutan pembukaannya, pimpinan Universitas Gadjah Mada secara tegas menyoroti kerentanan Indonesia terhadap krisis iklim. Tingkat risiko bencana hidrometeorologi di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia, dan trennya saat ini semakin mengkhawatirkan seiring perubahan iklim global.

Dampak dari bencana ini tidak lagi hanya mengancam permukiman masyarakat, tetapi juga mulai melumpuhkan sektor industri nasional.

Ancaman Nyata Bencana Hidrometeorologi

Kekhawatiran yang disampaikan oleh pihak UGM tersebut sejalan dengan fakta di lapangan yang dipaparkan oleh salah satu narasumber kunci dari unsur pemerintah, yakni Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan.

Seminar KAGAMA HSE UGM, pembicara Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum (Suara.com/Gagah Radhitya)
Seminar KAGAMA HSE UGM, pembicara Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum (Suara.com/Gagah Radhitya)

Data menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologis adalah ancaman yang terus berulang dan cenderung meningkat.

Dari total 2.139 bencana yang tercatat pada tahun 2023, sebanyak 1.156 kejadian merupakan banjir dan 169 kejadian adalah tanah longsor.

Angka ini menyusul rentetan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 5.402 kejadian pada 2021, 3.544 pada 2022, dan 3.472 kejadian pada 2024.

baca juga

Salah satu akar masalah dari rentetan bencana ini adalah disfungsi tata ruang dan pengelolaan lanskap.

Sebagai contoh kasus, banjir parah yang melanda suatu daerah seringkali dipicu oleh pembukaan tutupan hutan di daerah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS), serta alih fungsi rawa belakang (back swamp) yang seharusnya menjadi resapan air justru diubah menjadi areal permukiman dan pengembangan kota.

Pendekatan Interdisipliner: Tata Kelola Lanskap Hulu-Hilir

Menjawab tuntutan forum akan perlunya pendekatan interdisipliner melalui ekologi lanskap dan tanggap darurat, Ir. Dyah Murtiningsih menjelaskan bahwa pemerintah kini menerapkan pengelolaan hutan dalam kesatuan lanskap DAS secara holistik. Pengelolaan ini dibagi menjadi tiga zona utama:

  • Hulu DAS: Berfokus pada peningkatan daya resap air dan pengurangan erosi melalui konservasi, rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), dan pengendalian alih fungsi lahan.
  • Tengah DAS: Mengendalikan aliran air melalui penerapan sipil teknis (embung, sumur resapan, biopori) dan pemulihan ekosistem sempadan sungai.
  • Hilir DAS: Mengurangi dampak banjir limpasan hulu dan pasang air laut melalui restorasi lahan basah, rawa, dan rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir.

Program RHL ini diimplementasikan dengan memadukan Integrated Watershed (berbasis DAS) dan Coastal Zone Management (manajemen zona pesisir), yang pelaksanaannya mencakup pendekatan vegetatif (penanaman bibit) dan sipil teknis (pembuatan DAM penahan, gully plug).

Targetnya sangat terukur, yakni memulihkan 4.489 DAS prioritas dan mempertahankan kelestarian 37.721 DAS dari ancaman 12,29 juta hektar lahan kritis yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:18 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:55 WIB

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:53 WIB

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Bola | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

News | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:50 WIB

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

×