Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Chyntia Sami Bhayangkara, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB
Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan
Ilustrasi bencana alam [ANTARA/Ahmad Fikri.]
  • Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) hulu-hilir jadi solusi strategis tekan risiko bencana hidrometeorologi.
  • Program RHL berperan ganda menopang ketahanan air, pangan, dan mendukung hilirisasi bioenergi industri.
  • Sinergi konkret antara pemerintah, akademisi UGM, dan industri sangat esensial mewujudkan ketahanan iklim.

RHL untuk Ketahanan Iklim dan Industri (Food, Water, Energy Nexus)

Sesuai dengan tema seminar yang menargetkan ketahanan iklim untuk sektor industri, program RHL ternyata tidak hanya berdampak pada perbaikan ekologi, melainkan menjadi penopang utama dalam Food - Water - Energy Nexus.

  • Ketahanan Air:

Indonesia memiliki 12 juta hektar lahan kritis pengatur tata air, dan sekitar 33% dari 15.000 mata air dalam kondisi kritis. Jika dibiarkan, guncangan ketersediaan air ini dapat menurunkan PDB Indonesia sebesar 2,5% di 2045.

Melalui RHL, pemerintah menargetkan penyelamatan 300 mata air melalui rehabilitasi daerah imbuhan seluas 2.500 Ha, yang sejalan dengan Program Kerja Presiden menuju Swasembada Air. Air ini nantinya akan sangat vital bagi infrastruktur industri dan energi.

  • Ketahanan Energi:

RHL didesain untuk mendukung hilirisasi bioenergi, sebuah isu krusial bagi transisi energi industri saat ini. Melalui pemanfaatan lahan marginal dan kawasan hutan terdegradasi, pemerintah mendorong penanaman kaliandra, nyamplung, dan gamal. Proses ini membuka pintu kemitraan antara pemerintah, swasta/investor (seperti dari sektor pertambangan dan energi), dan masyarakat untuk memproduksi wood pellet, bioetanol, dan biodiesel demi tercapainya Net Zero Emission pada 2050.

  • Ketahanan Pangan:

RHL menggunakan sistem clustering komoditas berdasarkan fungsi kawasan dan nilai ekonomi. Di berbagai wilayah, penanaman komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti jambu kristal, cengkeh, dan alpukat disesuaikan dengan zona benih lokal untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

Mewujudkan Rekomendasi Konkret Melalui SIPDASRH

Pimpinan UGM dalam arahannya secara tegas berharap agar forum seminar ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi teknis yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah serta sektor industri.

Dari sisi pemerintah, wujud tindakan konkret dan transparan tersebut telah diakomodasi melalui pengembangan Sistem Informasi PDASRH (SIPDASRH).

Sistem ini memastikan bahwa seluruh tahapan kerja—mulai dari perencanaan (pemetaan batas DAS, kerawanan bencana, analisis lahan kritis), pelaksanaan teknis RHL, hingga pemantauan ketersediaan bibit di persemaian—terintegrasi secara digital dan spasial.

Dengan hadirnya kolaborasi nyata lintas sektor seperti yang digagas oleh KAGAMA HSE ini, UGM menegaskan komitmen penuhnya untuk siap menjadi mitra strategis berkelanjutan. Keberadaan wadah diskusi ini membuktikan bahwa pemerintah, industri, dan akademisi tidak bisa berdiri sendiri.

Sinergi pengetahuan riset, ketegasan kebijakan pemerintah, dan dukungan eksekusi dari industri adalah kunci utama untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman krisis iklim di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:18 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

BGN Akan Benahi Dapur MBG, Satu Kecamatan Ditargetkan Cukup Dilayani Enam SPPG

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:02 WIB

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

Kasus Korupsi MBG, Begini Nasib Motor Listrik Hasil Mark Up dan SPPG yang Terafiliasi Dadan Cs

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:58 WIB

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

Alasan BGN Libatkan TNI dalam Jajaran Pimpinan: Butuh Ahli Teritorial!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:48 WIB

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

Kejagung Sebut Aliran Dana Dadan Cs Berasal dari Insentif SPPG Rp6 Juta Per Hari

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:47 WIB

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

Noel Tuding KPK Jadi Alat Oligarki dan Beri Peringatan Keras untuk Prabowo

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:36 WIB

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:26 WIB

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:14 WIB

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:08 WIB