Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:32 WIB
Hari ke-13 Teror Api di Sleman: Pemilik Rumah Tidur 3 Jam Sehari, Kerugian Tembus Rp70 Juta
Pemilik rumah, Agus, menunjukkan barang-barang yang sempat terbakar api misterius, Selasa (2/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Kebakaran misterius di Mriyan X, Sleman telah terjadi 97 kali selama tiga belas hari terakhir hingga Kamis (4/6/2026).
  • Peristiwa tersebut melumpuhkan usaha pemotongan ayam milik keluarga Mutfiana dan menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp70 juta lebih.
  • Keluarga terdampak mengalami kelelahan fisik dan psikologis akibat harus berjaga sepanjang malam demi memadamkan titik api secara mandiri.

Suara.com - Teror kebakaran misterius yang terjadi di sebuah rumah di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, hingga kini belum berhenti. Memasuki hari ke-13, pemilik rumah, Mutfiana, mengungkapkan jumlah titik api yang teridentifikasi sudah mencapai 97 kejadian.

"97 kali (kebakaran). Sejauh ini belum ada (titik api baru). Semoga tidak ada lagi," kata Mutfiana kepada awak media, Kamis (4/6/2026).

Usaha Macet

Peristiwa misterius yang masih berulang itu membuat aktivitas usaha keluarga ikut lumpuh. Usaha pemotongan ayam yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka praktis berhenti sementara.

"Usahanya macet," imbuhnya.

Fia, sapaan akrabnya, menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai menawarkan opsi relokasi sementara, baik untuk tempat tinggal maupun lokasi usaha.

Relokasi itu masih menjadi bahan diskusi karena keluarga berharap tetap bisa bertahan di sekitar lokasi lama agar pelanggan tidak hilang.

"Relokasi mungkin tetap ke ruko (samping rumah) ya. Kalau ke tempat lain kita harus bangun usaha dari nol," ungkapnya.

Ia menyebut kemungkinan usaha tetap dijalankan secara sederhana di lokasi sementara. Opsi mendirikan tenda di depan ruko menjadi salah satu solusi agar usaha pemotongan ayam tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

baca juga

Kerugian Terus Bertambah

Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Sebuah kaos yang terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

Di tengah ketidakpastian penyebab kebakaran, kerugian materi yang dialami keluarga terus membengkak. Selain barang-barang yang terbakar secara tiba-tiba, upaya seperti membongkar septic tank hingga lantai rumah untuk penelitian turut memakan biaya.

Hitungan tersebut bahkan belum mencakup usaha yang tersendat selama peristiwa kemunculan api misterius ini.

"Kalau 5 hari yang lalu itu (kerugian) Rp40-an juta ya, tapi kalau sampai saat ini belum ngitung lagi," ucapnya.

Saat ditanya kemungkinan total kerugian saat ini, Fia memperkirakan jumlahnya sudah mencapai sekitar Rp70 juta, belum termasuk penurunan omzet usaha keluarga.

Awalnya, sebagian besar kebutuhan penanganan masih ditanggung sendiri oleh keluarga. Mulai dari pembelian dan isi ulang alat pemadam api ringan (APAR) hingga biaya pembongkaran rumah dilakukan secara mandiri sebelum bantuan datang dari relawan dan pemerintah.

Namun kini bantuan sudah mulai cukup meringankan beban keluarga Fia.

Ia mengatakan bantuan logistik dari warga setempat, relawan, dan pemerintah mulai berdatangan. Bantuan berupa APAR dan kebutuhan sehari-hari disebut cukup membantu keluarga bertahan selama situasi darurat berlangsung.

"Insyaallah cukup. Enggak cukup dicukup-cukupin," ujarnya.

Hanya Tidur Tiga Jam

Sejumlah barang yang sempat terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Sejumlah barang yang sempat terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

Di balik upaya memadamkan api yang terus muncul secara tiba-tiba, kondisi fisik dan psikologis keluarga perlahan ikut terkuras. Fia mengaku dirinya bersama anggota keluarga lain nyaris tidak memiliki waktu istirahat yang cukup.

"Kalau kami tidur paling lama itu 3 jam. Selalu bergantian, 3 jam pasti dibantu sama relawan (berjaga)," ungkapnya.

Ia mengakui tekanan mental mulai dirasakan seluruh anggota keluarga. Kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, hingga menurunnya nafsu makan menjadi kondisi yang kini mereka alami setiap hari.

"Tensi naik udah pasti. Begadang terus, kurang tidur, kurang makan, gizi enggak teratur," ujarnya.

Rumah yang mereka tempati saat ini dihuni tujuh orang untuk menginap dan total sekitar sebelas orang yang keluar masuk membantu penanganan.

Sebagian barang di lantai dasar rumah pun sudah mulai dikosongkan. Meski demikian, keterbatasan tempat membuat proses evakuasi barang tidak mudah dilakukan.

Kini, di tengah rumah yang sebagian mulai dikosongkan dan usaha yang tersendat, keluarga hanya berharap rentetan kemunculan api itu segera berakhir.

Fia menuturkan bantuan yang paling mereka butuhkan saat ini pun sederhana, yakni sebuah blower atau kipas angin untuk membantu menghalau gas yang diduga memicu kebakaran berulang.

"Yang kami paling butuhkan saat ini adalah blower. Kami sangat butuh blower," tandasnya.

Menunggu Jawaban dari Penelitian

Di tengah berbagai dugaan mengenai keberadaan gas di sekitar rumah, Fia dan keluarga memilih menyerahkan seluruh proses penelitian kepada para ahli. Ia mengaku tidak memahami penjelasan teknis mengenai dugaan gas hidrogen maupun metana yang sempat disebut dalam investigasi awal.

"Kalau secara teori dan sebagainya itu aku enggak paham ya, karena kan aku orang awam. Jadi kuserahkan semua pada ahlinya," tuturnya.

Ia pun membuka akses seluas-luasnya bagi penelitian lanjutan. Menurutnya, penelitian tersebut penting bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga untuk menjawab kekhawatiran warga sekitar terkait kemungkinan penyebaran kejadian serupa.

"Sangat boleh karena itu sangat membantu, terutama membantu pertanyaan-pertanyaan yang ada di sekitar rumah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:18 WIB

Proyek Pabrik BYD Subang Kebakaran, Diduga Akibat Puntung Rokok

Proyek Pabrik BYD Subang Kebakaran, Diduga Akibat Puntung Rokok

Otomotif | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:03 WIB

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33 WIB

Gas dari Limbah Pemotongan Ayam Diduga Jadi Pemicu Utama Kebakaran Misterius di Sleman

Gas dari Limbah Pemotongan Ayam Diduga Jadi Pemicu Utama Kebakaran Misterius di Sleman

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06 WIB

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:43 WIB

Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan

Bawa Nama PSIM Yogyakarta, Rahmatzoda Merasa Terhormat Kembali ke Timnas Tajikistan

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:41 WIB

Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik

Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik

Foto | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:00 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB

Digitalisasi di Desa Pleret Bantul, Warga Bisa Urus Layanan Kalurahan Lewat HP dari Rumah

Digitalisasi di Desa Pleret Bantul, Warga Bisa Urus Layanan Kalurahan Lewat HP dari Rumah

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:43 WIB

Terkini

5 Sunscreen Anti Aging yang Cocok untuk Kulit di Atas 40 Tahun sesuai Review dan Harga

5 Sunscreen Anti Aging yang Cocok untuk Kulit di Atas 40 Tahun sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:15 WIB

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:14 WIB

Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan

Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:13 WIB

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:11 WIB

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:06 WIB

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:05 WIB

Indonesia Gabung Organisasi AI Dunia yang Diinisiasi China

Indonesia Gabung Organisasi AI Dunia yang Diinisiasi China

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:05 WIB

Google Ungkap 4 Kerugian Indonesia Jika Terapkan Hak Cipta AI

Google Ungkap 4 Kerugian Indonesia Jika Terapkan Hak Cipta AI

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:04 WIB

Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan

Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:01 WIB

Wajib Pajak Mau Diawasi Babinsa? Pakar UGM: Ini Justru Bikin Rakyat Takut, Bukan Patuh

Wajib Pajak Mau Diawasi Babinsa? Pakar UGM: Ini Justru Bikin Rakyat Takut, Bukan Patuh

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:01 WIB

×