- Presiden Partai Buruh Said Iqbal dijadwalkan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang.
- Presiden KSPSI Andi Gani mengonfirmasi dukungan penuh gerakan buruh terhadap bergabungnya Said Iqbal ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
- Kehadiran tokoh buruh di pemerintahan diharapkan memperkuat komunikasi kebijakan ketenagakerjaan tanpa melunturkan komitmen perjuangan bagi kepentingan para pekerja.
Suara.com - Presiden Partai Buruh Said Iqbal dikabarkan akan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026).
Kabar tersebut diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani.
Andi mengatakan, gerakan buruh mendukung penuh jika Said Iqbal resmi bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Bung Iqbal besok mudah-mudahan insya Allah akan menjadi penasihat Presiden bidang ketenagakerjaan, kita dukung penuh sebagai gerakan buruh," kata Andi usai pembukaan Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Masuknya Said Iqbal ke pemerintahan akan menambah jumlah tokoh buruh yang menduduki jabatan strategis negara.
![Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (kedua kiri) bersama keluarganya berjalan menuju ruang pelantikan pejabat baru dalam Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/27/99536-reshuffle-kabibet-merah-putih-jumhur-hidayat.jpg)
Sebelumnya, Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat telah lebih dulu bergabung ke kabinet dan kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Andi meyakini kehadiran tokoh-tokoh buruh di pemerintahan tidak akan mengurangi komitmen mereka dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
"Daya yakin betul, Bung Jumhur dan Bung Said Iqbal tidak akan luntur perjuangannya, walaupun masuk pemerintahan. Biarkan kami tetap bersama dan Bung Iqbal, saya yakin komitmennya sangat penuh," ucapnya.
Menurut Andi, para tokoh buruh yang bergabung dengan pemerintah tetap akan memegang teguh nilai dan perjuangan yang selama ini mereka suarakan.
"Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan, tidak akan meninggalkan ideologi pembelahan terhadap buruh, dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah menjadi pejabat pemerintahan," ujarnya.
Ia menilai kehadiran figur gerakan buruh di dalam pemerintahan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan pemerintah dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.
Hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Istana terkait pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Namun, pernyataan Andi Gani menjadi konfirmasi pertama dari kalangan serikat pekerja mengenai rencana penunjukan tersebut.