- Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Kepresidenan Jakarta hari ini.
- Said Iqbal resmi dilantik sebagai penasihat khusus Presiden bidang ketenagakerjaan untuk mengawal isu kesejahteraan buruh di Indonesia.
- Selain pelantikan pejabat, Presiden Prabowo menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat di Istana Negara.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, jelang pelantikan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nanik tiba pukul 14.53 WIB dengan mengenakan busana bewarna biru. Ia mengaku ditelepon Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, hari ini.
"Tadi," Nanik di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6/2026).
Nanik enggan berkomentar banyak perihal pelantikan dirinya hari ini. Ia berjalan menuju ke dalam Istana.
"Nanti sayangku. Nanti kan belum dilantik sayang," kata Nanik.
Diketahui, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan melantik sejumlah pejabat penting di Istana Negara pada sore hari ini.
Agenda utama pelantikan tersebut meliputi pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) serta pengangkatan penasehat khusus Presiden di bidang ketenagakerjaan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Nanik S. Deyang akan dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Pelantikan ini dilakukan guna mengganti pimpinan sebelumnya karena adanya pertimbangan tertentu dari Presiden.
"Hari ini direncanakan akan ada pelantikan Pimpinan Badan Gizi Nasional yang oleh karena sesuatu hal, beberapa waktu yang lalu Bapak Presiden melakukan pergantian pimpinan," ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Selain melantik pimpinan BGN yang baru, Presiden Prabowo juga akan mengambil sumpah Said Iqbal sebagai penasehat Presiden yang akan membantunya di bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.
Prasetyo menekankan bahwa penunjukan Said Iqbal merupakan perwujudan komitmen jangka panjang Prabowo Subianto dalam mengawal isu-isu perburuhan.
"Beliau (Said Iqbal) akan diminta membantu Bapak Presiden berkenaan dengan masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Ini adalah bentuk komitmen Bapak Presiden semenjak 10 tahun yang lalu untuk terus mencari formula dalam memastikan masalah tenaga kerja menjadi prioritas pemerintah," tambah Prasetyo.
Pelantikan Nanik S. Deyang dan Said Iqbal direncanakan berlangsung secara bersamaan pada pukul 15.00 atau 16.00 WIB sore ini.
Selain agenda pelantikan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan akan menerima surat kepercayaan (kredensial) dari delapan duta besar negara sahabat.
Prasetyo mengklarifikasi bahwa jumlah duta besar yang akan hadir adalah delapan orang, bukan 17 sebagaimana informasi yang sempat beredar.
"Berikutnya adalah penerimaan kredensial delapan duta besar negara sahabat. Ini sebenarnya masalah pengaturan waktu saja, agar lebih efisien dan dilakukan secara serentak pada hari ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pelantikan pejabat, Senin sore. Salah satu yang akan dilantik ialah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
Said menyampaikan ia telah mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya untuk pelantikan sore ini. Nama Said sebelumnya tengah digodok Istana untuk masuk kabinet.
"Iya, jam 16.30 dilantik di Istana. Ditelepon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy," ujar Said dihubungi Suara.com, Senin (8/6/2026).
Said mengungkan jawaban yang akan diamanqhkan Prabowo kepasa dirinya. Said akan dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
"Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat menteri sesuai Perpres Nomor 137/2024," kata Said.