Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Farah Nabilla

Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB
Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa
Ilustrasi weton Rabu Pon [Foto Gemini AI]
baca 10 detik
  • Dalam Primbon Jawa, pemilik weton Rabu Pon memiliki jumlah neptu 14 berdasarkan hitungan hari dan pasaran.
  • Weton berneptu 10 seperti Minggu Legi dianggap cocok dengan Rabu Pon karena menghasilkan kategori Pesthi.
  • Perhitungan weton tradisional berfungsi sebagai warisan budaya dan sarana refleksi sosial, bukan penentu mutlak hubungan.

Suara.com - Weton yang bisa meredam Rabu Pon kerap dicari dalam tradisi hitungan Jawa, terutama ketika seseorang ingin mengetahui pasangan yang dianggap mampu menyeimbangkan karakter pemilik weton tersebut.

Dalam Primbon Jawa, Rabu Pon memiliki jumlah neptu 14. Angka tersebut diperoleh dari neptu Rabu sebesar 7 dan pasaran Pon sebesar 7. Weton sendiri merupakan gabungan antara tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran Jawa yang membentuk siklus 35 hari.

Namun, istilah "meredam" sebaiknya dipahami sebagai istilah dalam tafsir tradisional, bukan berarti seseorang dengan weton tertentu benar-benar dapat mengendalikan atau mengubah sifat orang lain.

Weton Rabu Pon Punya Neptu 14

Dalam berbagai sumber primbon, Rabu Pon termasuk weton dengan neptu 14. Sejumlah tafsir mengaitkan angka tersebut dengan karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, kecerdasan, serta kecenderungan memiliki pengaruh terhadap lingkungan.

Salah satu tafsir yang cukup populer menyebut neptu 14 sebagai Lakuning Mbulan, yaitu perumpamaan seseorang yang dapat menjadi penerang atau memberikan keteduhan bagi orang lain.

Meski demikian, tafsir mengenai Rabu Pon tidak selalu seragam. Perbedaan dapat muncul karena primbon Jawa memiliki berbagai pakem dan metode perhitungan. Karena itu, tidak tepat jika satu tafsir dianggap sebagai satu-satunya kebenaran mengenai karakter Rabu Pon.

Penelitian mengenai praktik petungan weton juga menunjukkan bahwa perhitungan tersebut merupakan bagian dari praktik sosial dan budaya masyarakat Jawa yang diwariskan dan terus mengalami penyesuaian.

Lantas, Weton Apa yang Bisa Meredam Rabu Pon?

Dalam hitungan jodoh berdasarkan neptu yang menggunakan pembagian delapan, Rabu Pon dengan neptu 14 dapat menghasilkan kategori berbeda tergantung neptu pasangannya.

Salah satu kombinasi yang dianggap baik adalah pasangan dengan neptu 10. Contohnya Minggu Legi, Selasa Pon, dan Jumat Wage.

baca juga

Rabu Pon memiliki neptu 14. Jika dipasangkan dengan weton neptu 10, totalnya menjadi 24. Dalam salah satu metode petungan Jawa, angka 24 menghasilkan kategori Pesthi, yang secara tradisional dimaknai sebagai hubungan yang tenteram dan harmonis.

Karena maknanya adalah ketenteraman, pasangan dengan kategori tersebut kerap dianggap mampu menjadi penyeimbang bagi Rabu Pon. Inilah yang kemudian dalam bahasa populer sering disebut sebagai weton yang "bisa meredam Rabu Pon".

1. Minggu Legi
Minggu Legi mempunyai neptu 10, terdiri dari Minggu 5 dan Legi 5.

Ketika dipasangkan dengan Rabu Pon, total neptunya menjadi 24. Dalam metode petungan yang merujuk pada pembagian delapan, kombinasi tersebut masuk kategori Pesthi.

Dalam tafsir tradisional, Pesthi menggambarkan hubungan yang lebih tenteram dan dapat bertahan dalam kehidupan rumah tangga.

Karena itu, Minggu Legi dapat dimasukkan dalam daftar weton yang secara hitungan tradisional dianggap mampu memberikan keseimbangan kepada Rabu Pon.

2. Selasa Pon
Selasa Pon juga memiliki neptu 10, yakni Selasa bernilai 3 dan Pon bernilai 7.

Jika dipasangkan dengan Rabu Pon yang mempunyai neptu 14, jumlahnya kembali menjadi 24. Dengan metode hitungan yang sama, hasilnya masuk kategori Pesthi.

Dalam konteks artikel tentang "meredam", hasil ini dapat dimaknai secara simbolis sebagai pasangan yang membawa suasana lebih tenang dan stabil.

3. Jumat Wage
Jumat Wage merupakan weton lain dengan jumlah neptu 10. Nilainya berasal dari Jumat 6 dan Wage 4.

Jika digabungkan dengan Rabu Pon, jumlah neptunya adalah 24 dan menghasilkan kategori Pesthi dalam metode pembagian delapan.

Dengan demikian, Jumat Wage juga termasuk weton yang kerap disebut memiliki kecocokan baik dengan Rabu Pon berdasarkan hitungan tersebut.

Ada Pula Weton dengan Hasil Jodoh dan Ratu

Selain neptu 10, beberapa kombinasi lain juga memperoleh hasil yang baik dalam hitungan tradisional.

Misalnya, Rabu Pon dengan Senin Pahing memiliki total neptu 27. Dalam salah satu metode yang menggunakan pembagian delapan, kombinasi tersebut menghasilkan kategori Jodoh, yang ditafsirkan sebagai hubungan yang saling melengkapi.

Sementara itu, Rabu Pon dengan Ahad Pon mempunyai total neptu 26. Hasil perhitungannya masuk kategori Ratu, yang dalam tafsir primbon dikaitkan dengan hubungan yang dihormati dan memiliki kehidupan rumah tangga baik.

Artinya, jika pertanyaannya adalah weton apa yang dapat "meredam" Rabu Pon, jawabannya tidak hanya satu. Hasilnya sangat bergantung pada metode primbon yang digunakan.

Mengapa Disebut Bisa "Meredam"?

Istilah meredam sebenarnya lebih tepat dimaknai sebagai menyeimbangkan karakter, bukan menghilangkan sifat tertentu.

Dalam budaya Jawa, petungan weton tidak semata-mata digunakan untuk meramalkan masa depan. Penelitian mengenai praktik petungan menunjukkan bahwa perhitungan tersebut juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam membantu masyarakat mempertimbangkan hubungan, termasuk perkawinan.

Dengan pemahaman tersebut, pasangan dengan hasil hitungan baik dapat dipandang sebagai simbol harapan agar dua karakter yang berbeda mampu saling melengkapi.

Weton Bukan Penentu Mutlak Hubungan

Penting dicatat, tidak ada bukti ilmiah bahwa weton tertentu secara objektif dapat membuat seseorang lebih cocok atau mampu "meredam" karakter orang lain.

Weton merupakan bagian dari warisan budaya Jawa. Kajian mengenai eksistensi pitung weton juga menunjukkan bahwa praktik tersebut tetap hidup di tengah masyarakat karena memiliki fungsi budaya, meskipun pemaknaannya dapat berubah mengikuti zaman.

Karena itu, hasil hitungan weton sebaiknya ditempatkan sebagai pengetahuan tradisional atau bahan refleksi, bukan sebagai dasar tunggal untuk menentukan pasangan hidup.

Dalam kehidupan nyata, kemampuan berkomunikasi, menghargai perbedaan, mengelola emosi, serta membangun komitmen tetap menjadi faktor yang jauh lebih penting dalam menjaga hubungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Keistimewaan Weton Sabtu Pahing, Neptu Tertinggi 18 Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 08:25 WIB

Arti Mimpi Hamil: Pertanda Rezeki Tak Terduga atau Cuma Beban Pikiran?

Arti Mimpi Hamil: Pertanda Rezeki Tak Terduga atau Cuma Beban Pikiran?

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 12:53 WIB

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

6 Weton yang Paling Cocok untuk Usaha Kuliner dan Perdagangan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

×